oleh

Perumahan Mubazir, Anggota Kopdit Obor Mas Minta Transparansi Dana 13 Milyar.

-EKONOMI-471 views

Maumere, LNN – Mangkraknya pembangunan 100 unit rumah diatas lahan 6 hektar yang menelan anggaran senilai RP. 13 Milyar, membuat anggota Koperasi Obor Mas kecewa. Sejumlah anggota membeberkan, Perumahan yang dibangun di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Sikka, NTT melalui penunjukan kontraktor PT Tanarama Tritunggal pada tahun 2014 silam.

Salah seorang anggota Kopdit Obor Mas, Yohanes Klemens mengatakan, dugaan mafia yang dilakukan pengurus itu terjadi pada tahun 2014 lalu. Klemens menjelaskan, penunjukkan kepada PT Tanarama Tritunggal yang dipimpin Direktur, Joni Tampubolon, untuk pengerjaan bangunan 100 unit rumah. Klemens mengaku, dana Rp 13 milyar yang dikeluarkan untuk pembangunan perumahan itu tanpa sepengetahuan pengurus.

“Kalau mengeluarkan dana tersebut semestinya disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kami minta pengurus dan General Manager harus bertanggungjawab atas uang senilai Rp 13 M, yang diberikan kepada kontraktor untuk pembangunan perumahan yang akhirnya mubazir. Jika tidak segera dilakukan pertanggungjawaban, kami duga GM dan pengurus melakukan kong kalikong dengan  PT Tanarama Tritunggal untuk menggelapkan uang nasabah.” Kata Klemen, Sabtu (06/07/2019) di Maumere.

Baca Juga: TPDI NTT: Dugaan Penyimpangan 13 Milyar Kopdit Obor Mas, Patut Dilakukan Audit Investigasi

Klemens menambahkan, pengerjaan perumahan itu dilaksanakan sejak tahun 2014, dengan masa kontrak 1 tahun sehingga seharusnya proyek perumahan tersebut seelsai pada tahun 2015 lalu. Namun hingga saat ini tidak ditindaklanjuti dan pengurus tidak menyampaikan progress pembangunan dalam setiap RAT.

“Jika ada pembangunan perumahan untuk amggota di Desa Tanah Duen  itu,  semestinya disampaikan dalam rapat anggota, bukan didiamkan saja,“ ujar Klemens.

Terkait tudingan anggota, General Manager Kopdit Obormas, Fredyanto Lering menjelaskan, pembangunan perumahan di desa Tanah Duen, tidak ada kerugian bagi obor mas dan tidak ada masalah apapun.

“Soal pembangunan perumahan bagi anggota di desa Tanah Duen itu obor mas tidak mengalami kerugian apapun, jadi kerugian nol rupiah,” ujar Fredyanto.

Baca Juga: Mantan Pengawas Ungkap Dugaan Kebohongan GM Kopdit Obor Mas

Namun jawaban Frediyanto tidak membuat anggotanya puas, karena informasi yang dihimpun anggota, Pengurus Koperasi sempat mencari keberadaan kontraktor pelaksana di Jakarta. Anggota juga mempertanyakan, pengurus yang melapor ke polisi untuk mengejar keberadaan kontraktor.

“Jika kerugian nol rupiah kenapa harus kejar-kejar kontraktor sampai ke Jakarta bahkan menggunakan debt kolektor? Kenapa harus lapor ke polisi? ini jawaban konyol, sengaja mengelabui  untuk menutup borok dalam Kopdit Obor Mas. Ini dugaan mafia untuk melakukan penipuan bagi nasabah untuk keuntungan pribadi general manager dan pengurusnya, ”tegas Klemens.

Seorang anggota lainnya mengungkapkan, Ketua Koperasi Obor Mas,  Andreas Mbete saat sosialisasi ditingkat kecamatan telah menjelaskan, pembangunan perumahan tersebut ada masalah dan saat ini sudah dilaporkan kepihak kepolisian, karena kontraktor memberikan cek kosong. Padahal sebelumnya dalam rapat anggota, General manager menyampaikan bahwa pembangunan  perumahan diatas tanah seluas kurang lebih  6 hektar. Jawaban pengurus yang kontra ini diduga sebagai bentuk pembohongan yang dilakukan pengurus Kopdit Obor Mas kepada anggota.

“Ini pembohongan yang dilakukan pengurus  kepada nasabah. Dalam RAT Fredyanto menyampaikan lain, bahwa pembangunan perumahan itu tidak bermasalah. Sementara Ketua menyampaikan bermasalah. Herannya lagi Andreas Mbete menyampaikan kepada sekelompok kecil yang tidak memahami alur pembangunan perumahan tersebut.” jelas seorang anggota lainnya berinisial AL yang enggan namanya ditulis lengkap.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang anggota lainnya yang berinisial P-D yang beralamat di Keluarahan Kota Uneng. PD menuding mafia pengurus karena lahan pembangunan perumahan dibeli Kopdit Obor Mas, bukan milik kontraktor seperti yang disampaikan pengurus.

“Ini bukti kalau general manager dan pengurusnya melakukan mafia. Karena didesak anggota, Pengurus obor mas berkelit kalau tanah itu milik kontraktor, padahal jelas-jelas itu tanah yang dibeli obor mas sebelum tahun 2014.” pungkas PD yang meminta namanya tidak dipublikaksikan. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya