oleh

TPDI NTT: Dugaan Penyimpangan 13 Milyar Kopdit Obor Mas, Patut Dilakukan Audit Investigasi

-EKONOMI-476 views

Maumere, LNN – Dugaan penyimpangan dana anggota Koperasi Kredit (Kopdit) Obor Mas Maumere pasca mangkraknya 100 unit Perumahan Le Tansca Obor Mas Permai, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) wilayah NTT meminta auditor independen melakukan audit investigasi. Hal ini disampaikan Koordinator TPDI NTT, Merdidian Dewanta dado, pasca maraknya pemberitaan media dan protes yang dilakukan sejumlah anggota, Sabtu (06/07/2019).

“Ini harus dilakukan audit investigasi untuk mengetahui sejauh mana alur uang dalam kerja sama antara KSP Kopdit Obor Mas dengan PT Thanarama Tritunggal  atas proyek pembangunan itu. Karena para nasabah kopdit  terus mempertanyakan  pembangunan proyek tersebut yang menelan dana Rp 13 M.” kata Meridian, Minggu (07/07/2019).

Proyek Pembangunan Perumahan Obor Mas yang dibangun pada bulan September tahun 2014 lalu, melalui kerjasama Kopdit Obor Mas dengan PT. Thanarama Tritunggal di atas tanah seluas 6 hektar di Desa Tana Duen, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, direncanakan sebanyak 303 unit rumah dan 50 unit rumah toko (ruko) bagi kepentingan para anggota KSP Kopdit Obor Mas. Namun faktanya, di lokasi itu hanya dibangun 20 unit rumah.

Baca Juga: Perumahan Mubazir, Anggota Kopdit Obor Mas Minta Transparansi Dana 13 Milyar.

Meridian juga mempertanyakan tugas pengawas KSP Kopdit Obor Mas dalam mengawasi pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan Koperasi yang dilakukan oleh Pengurus KSP Kopdit Obor Mas.

“Kita patut mempertanyakan peran pengawas  KSP Kopdit Obor Mas dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan perumahan tersebut,” ujar Meridian.

Apabila  kebijakan dan pengelolaan Proyek Pembangunan Perumahan itu terindikasi dugaan penyimpangan yang merugikan KSP Kopdit Obor Mas,  maka patut dihadirkan Auditor Independen atau Akuntan Publik untuk melakukan Audit Investigasi untuk mengidentifikasi dan menguji fakta-fakta serta informasi yang ada. Hal ini penitng, karena untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian demi mendukung proses hukum atas dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan KSP Kopdit Obor Mas.

“Kita semua mengetahui bahwa setiap tahunnya KSP Kopdit Obor Mas selalu menyandang Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh Akuntan Publik, Namun sifat audit tersebut hanya terkait dengan kegiatan mengumpulkan dan mengevaluasi bukti tentang laporan keuangan suatu entitas dengan tujuan memberikan pendapat, apakah laporan keuangan itu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan sesuai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum,“ tegas Meridian.

Meridian menambahkan, audit terhadap laporan keuangan oleh Akuntan Publik yang teratur memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), belum tentu berbanding lurus apabila juga dilakukan audit yang lebih spesifik sifatnya berupa Audit Investigasi oleh Akuntan Publik terhadap mubazirnya Proyek Pembangunan Perumahan Le Tansca Obor Mas Permai.

“Kita semua menghendaki agar aset-aset KSP Kopdit Obor Mas selalu terjaga dan terlindungi dari dugaan tindakan penyelewengan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga untuk memenuhi tujuan tersebut KSP Kopdit Obor Mas patut meminta Akuntan Publik untuk setiap waktu melakukan Audit Investigasi,”ungkap Meridian.

Sebelumnya Sabtu (06/07/2019) lalu, sejumlah anggota melakukan protes kepada General Manager dan Pengurus Koperasi Kredit Obor Mas. Anggota mempertanyakan transparansi pengelolaan keuangan pembangunan Perumahan Obor Mas Permai, yang menelan anggaran senilai RP. 13 Milyar namun mubazir.

Terkait tudingan anggota, General Manager Kopdit Obormas, L Fredyanto menjelaskan, pembangunan perumahan di desa Tanah Duen itu tidak mengalami kerugian bagi obor mas, sehingga tidak ada masalah apapun.

“Soal pembangunan perumahan bagi anggota di desa Tanah Duen itu obor mas tidak mengalami kerugian apapun, jadi kerugian nol rupiah,” ujar Fredyanto. (Iqbal)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya