oleh

YBBH Veritas Tuding Kopdit Obor Mas Terapkan Penipuan Gaya Baru

-EKONOMI-1.077 views

Maumere, LNN – Dugaan penyimpangan dana 13 Milyar Kopdit Obor Mas Maumere, NTT, yang digunakan untuk pembangunan Perumahan Obor Mas Permai yang mubasir, terus dikecam berbagai pihak. Direktur Yayasan Bina Bantuan Hukum (YBBH) Veritas, Silvester Nong Manis menilai, Kopdit Obor Mas telah menerapkan penipuan gaya baru untuk mencari keuntungan  bagi pengelola dan pengurus.

“Yang menjadi pertanyaan saya, apa hubungan hukum antara  Kopdit Obor Mas dengan PT. Thanarama, sehingga bisa menginvestasi uang dengan nilai yang fantastis? Ini sudah keluar dari asas koperasi itu sendiri,” ungkap Silvester saat ditemui di kediamannya, Minggu (14/07/2019).

Baca Juga: Perumahan Mubazir, Anggota Kopdit Obor Mas Minta Transparansi Dana 13 Milyar.

Silvester mengaku mengetahui informasi protes anggota dari sejumlah keluarga dan pembicaraan public Sikka di media sosial, terkait mangkraknya pembangunan Perumahan Obor Mas Permai di Desa Tana Duen, kecamatan Kangae. Silvester menilai, asas dan prinsip koperasi tidak mengenal investasi, sehingga penunjukan Direktur PT Thanarama Bony Tampulon untuk mengerjakan perumahan itu dinilai sebagai penipuan gaya baru yang dilakukan pengurus.

“Cara menarik uang dari rakyat lalu menginves kepada pengusaha lain untuk mendapat keuntungan. Tidak ada hubungan hukum antara pengusaha dengan kopdit obor mas. Koperasi hanya mendapat keuntungan dari hasil simpan pinjam  dengan anggota, bukan  melakukan investasi, karena koperasi bukan bank.”ujar Silvester.

Baca Juga: Mantan Pengawas Ungkap Dugaan Kebohongan GM Kopdit Obor Mas

Diakui Sil, saat ini banyak pengusaha nakal yang masuk menjadi anggota koperasi kemudian meminjam uang yang begitu besar lalu melarikan diri. Modus penipuan gaya baru seperti ini kerap terjadi, tidak sesuai dengan asas koperasi.

“Ini cara  seseorang untuk menipu agar mendapatkan modal dari koperasi, dan  dipastikan bekerja sama dengan orang dalam sehingga mudah untuk mendapatkan dana yang begitu besar.”ujar Sil.

Baca Juga: Pengawas Kopdit Obor Mas: Saya Tidak Tahu Pinjaman 13 Milyar

Silvester menjelaskan, koperasi hanya melakukan simpan pinjam dengan anggota dan mendapatkan keuntungan dari simpan pinjam tersebut. Oleh karena itu ketika koperasi melakukan investasi dengan pihak lain atau dengan pengusaha lain, maka itu sudah keluar dari prinsip koperasi.

“Dalam satu investasi, tentunya harus ada  hubungan hukumnya. Apakah antara  Kopdit Obor Mas dengan PT. Thanarama ada hubungan hukumnya? Dan apakah sudah sesuai dengan UU koperasi?. Prinsip koperasi untuk kesejahteraan anggota bukan kesejehataraan pengusaha atau pengurus atau GM dan pengelola,” tandasnya.

Sebelumnya sejumlah anggota Kopdit Obor Mas, melakukan protes kepada pengurus dan menuding General Manager, Frediyanto Lering, bersekongkol dengan Direktur PT, Thanarama, Jimmy Tampubolon, terkait dana nasabah RP. 13 Milyar Perumahan Obor Mas Permai di wilayah Desa Tanah Duen, Kecamatan Kangae yang mubasie.

General Manager Kopdit Obormas, Fredyanto Lering membantah tudingan anggota dan mengaku, pembangunan perumahan di desa Tanah Duen, tidak ada kerugian bagi obor mas.

“Soal pembangunan perumahan bagi anggota di desa Tanah Duen itu, obor mas tidak mengalami kerugian apapun, jadi kerugian nol rupiah,” ujar Fredyanto. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya