oleh

Mengenang Sejarah Lewo Nohlo ‘Guru Mada’ Pulau Adonara NTT

Pengirim : Fransiskus Kopong Doken, S.Ikom

Warga Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur NTT

Larantuka, LNN – Jangan pernah melupakan sejarah. Demikian dengungan sang Proklamator Ir. Soekarno, yang menjadi motivasi sekumpulan pemuda Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Flores Timur, NTT untuk kembali mengingat sejarah masa silam dengan mengunjungi kampung asalnya (lewo Nohlo) Guru Mada, Jumat (06/09/2019).

Berdasarkan sejarah lewo (kampung), kampung Guru Mada yang terletak di puncak Atu Matan (kampung Padji Dan Demon), merupakan kediaman Raja Adobala yang kala itu di juluki sebagai Tana Tawan Eka Gere. Untuk mengenang sang Raja Adobala, pemuda desa Adobala (Desa Gaya Baru ), berjalan melintasi kampung Guru Mada untuk melihat tapak-tapak sejarah peninggalan mendiang Sang Tana Tawan Eka Gere

Dalam kunjungan ke kampung Guru Mada, sekumpulan pemuda berdoa bersama versi adat (mari oneka) untuk meminta restu untuk memperkokoh semangat para pemuda desa Adobala dalam meneruskan perjuangan masa kini.

Pemuda Desa Adobala yang di nahkodai Asis Francis, mengajak teman pemuda lainnya untuk terus mengingat peristiwa sejarah masa zilam untuk dijadikan referensi untuk mewariskan ke setiap generasi. Dalam kunjungan ke kampung nohlo (dulu), sekumpulan pemuda Adobala menatap keindahan selat Sagu dari puncak Atu Matan yang begitu indah mempesona.. Berdasakan sejarah, sesungguhnya masih ada hubungan erat antara Raja Adobala dan Raja Sagu, sehingga Sagu di labelkan dengan nama Sagu Atu Matan.

Pemerintah Desa Adobala dalam proyek pembangunannya merencakanan daerah perkampungan Guru Mada dijadikan sebagai destinasi pariwisata. Bahkan dalam pengalihan gagasan saat musyawarah desa setempat , Pemerintah Desa Adobala berencana mendirikan rumah tenun bagi warga desa dan berencana menjadikan desa Adobala sebagai desa pariwisata. (***)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya