oleh

Artha Dipa Mundur Dari Balon Golkar, Putu Arthta: Itu Sikap “Kekanak-kanakan”

-POLITIK-498 views

Jakarta, LNN – Suhu politik jelang Pilkada Karangasem Bali kini mulai memanas, setelah surat pengunduran diri dari Bakal Calon Wakil Bupati Parta Golkar oleh I Wayan Artha Dipa yang dikirim ke DPD II Golkar Kabupaten Karangasem. Surat pengunduran diri yang menyebut , menyinggung nama bakal calon NasDem I Gusti Ayu Mas Sumatri itu, menuai kritik pedas dari Fungsionaris Pusat Partai Nasdem, I Gusti Putu Artha yang menyebut sikap Artha Dipa memberi kesan “plin plan dan kekanak-kanakan.

“Pernyataan ini memberi kesan sikap plin plan dan kekanak-kanakan, karena sejak awal Artha Dipa telah paham bahwa Mas Sumatri akan mendaftar di Golkar. Jika memang sikapnya demikian, seharusnya Artha Dipa mendaftar di Golkar paling akhir. Jika tahu Mas Sumatri mendaftar, ya tak usah mendaftar jika memang merasa kurang tepat berebut rekomendasi dengan Mas Sumatri,” ungkap Putu Artha saat dihubungi Lintasnusanews.com, Rabu (08/12/2020) petang.

Sebelumnya pada Rabu (08/01/2020), I Wayan Artha Dipa yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Karangasem berpasangan dengan I Gusti Ayu Mas Sumatri itu, mengirim surat pengunduran diri dari Bakal Calon Partai Golkar. Namun isi surat yang menyinggung nama Mas Sumantri yang dituduh membawa bakal calon wakil bupati lain.

“Bahwa Bupati Karangsem I Gusti Ayu Mas Sumatri telah mengembalikan formulir tanggal 3-01-2020 dan sekaligus membawa paket bakal calon wakil bupati. Bahwa berhubung dengan uraian diatas, saya merasa kurang tepat berebut tiket/ rekomendasi yang sama dalam partai yang sama (partai Golkar) manakala saya masih tetap melanjutkan tugas saya selalku wakil bupati sampai bulan Februari 2021,” tulis Arta Dipa dalam surat pengunduran dirinya tertanggal 08 Januari 2020.

Surat pengunduran diri I Wayan Artha Dipa yang dikirim kepada DPD II Partai Golkar Karangasem. Foto: Lintasnusanews.com/ Boy Edlon

Menanggapi sikap politik Artha Dipa, Putu Artha mengatakan, terkait jabatan wakil bupati, bukan wewenang Mas Sumatri tetapi Partai Golkar. Tuduhan mengajak bakal calon wakil bupati seolah-olah Artha Dipa meremehkan partainya sendiri .

“Soal jabatan wakil bupati, bukan wewenang Mas Sumatri tetapi Partai Golkar. Tuduhan mengajak wakil bupati seolah-olah Artha Dipa meremehkan partainya sendiri yang seakan biasa diatur oleh orang per orang dalam penentuan wakil. Padahal sistem pencalonan di Golkar sepertinya halnya NasDem sangat profesional dan berlandaskan peraturan organisasi,” ujar Putu Artha.

Putu Artha menjelaskan, pernyataan Artha Dipa ada tuduhan bahwa saat mendaftar Mas Sumatri sekaligus mengajak calon wakil bupati Made Sukerena merupakan statemen yang keliru. Karena menurutnya, Made Sukarena sebagai bakal calon wakil, datang satu jam lebih awal daripada Mas Sumatri sehingga proses pengembalian formulir Sukerena merupakan dua pendaftar dengan berproses yang berbeda.

“Mas Sumatri bersama rombongan berangkat dari Kantor DPD NasDem tanpa mengajak Sukerena. Jika saat mendaftar Sukerena menyalami Mas Sumatri itu karena Sukrena dan rombongan masih bertahan di DPD Golkar,” papar Putu Artha

Mantan Komisioner KPU Pusat ini juga mengaku kecewa dengan sikap Artha Dipa yang juga merupakan politisi senior yang seharusnya tahan banting terhadap gejolak politik.

“Jika karena kesan mengajak bakal calon wakil bupati, lalu Artha Dipa menolak melanjutkan proses pencalonan di Golkar, saya menilai kualitas kekaderan dan tahan banting sebagai politisi amat lemah dan cenderung kekanak-kanakan. Seharusnya, dengan kesatria dan kukuh, Artha Dipa percaya diri merebut rekomendasi Golkar. Bila perlu merebut rekomendasi calon bupati. Bukankah karena itu Artha Dipa meninggalkan NasDem dan memilih Golkar,” Tanya Putu Artha.

Putu Artha berharap, masyarakat Karangasem memahami duduk persoalan terhadap polemic ini, karena selaku politisi mestinya Artha Dipa tidak menyeret nama bakal calon lain dalam menyampaiakn alasan pengunduran diri.

“Pernyataan nomor 5 Artha Dipa menyatakan kurang tepat berebut rekomendasi yang sama dalam partai yang sama. Dengan pernyataan ini semoga semua pihak terutana rakyat Karangasem memahami duduk masalah sebetulnya sehingga surat pernyataan Artha Dipa seharusnya tidak perlu menyeret-nyeret pihak lain dalam hal ini Mas Sumatri. Jujur saja bahwa karena mungkin mendapat angin di partai lain lalu mundur dari Golkar. Cukup. Publik sangat paham,” katanya.

Sementara I Wayan Arta Dipa yang dihubungi melalui sambungan telepon mengaku tidak mau menanggapi pernyataan Putu Artha karena menurutnya setiap orang berhak menilai dengan versinya. Terkait pernyataan Putu Artha yang menyinggung sikap politisi yang kekanak-kanakan, Arta Dipa

“Saya tidak mau menanggapi itu, itu haknya Putu Artha silahkan aja. Silahkan dia mengoreksi dirinya juga. Jadi saya tidak mau tanggapi lah. Dia merasa hebat, saya juga tidak tau kehebatan dia. Itu kan hak saya sepenuhnya, toh orang lain mau menilai silahkan aja. Semua orang juga bisa menilai. Itu aja sederhana, saya tidak mau tau dengan pernyataan Putu Artha, Pungkas Arta Dipa. (Boy/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya