oleh

Arya Wedakarna Dilaporkan Ke Polda Bali Atas Dugaan “Raja Fiktif” dan Dugaan Pelecehan Sulinggih

-HUKRIM-15.550 views

Denpasar, LintasNusaNews.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) utusan Provinsi Bali, Arya Wedakarna (AWK) dilaporkan ke Polda Bali oleh Pimpinan Ormas Sandhi Murti dan Pusat Koordinasi (Puskor) Hindu, Selasa (21/01/2020) pagi. AWK diduga mengaku sebagai Raja Majapahit dalam beberapa kesempatan saat reses ke masyarakat dan dugaan pelecehan budaya hindu Bali.

“Kita ingin meluruskan kekeliruan yang selama ini dihembus-hembuskan oleh AWK. Kalau kita biarkan, ini akan menimbulkan kesan tidak baik bagi generasi muda, seperti pembohongan, mengaku diri raja dan sebagainya. Dan masalah Sulinggih dan Mangku yang dilecehkan. Mendoakan sulinggih pendek umur itu kan tidak baik,” ungkap Pimpinan Ormas Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta, Selasa (21/01/2020) pagi.

Ngurah Harta mengaku, tidak ada niat mengkriminalkan AWK namun hanya ingin menegur AWK bahwa apa yang dilakukannya selama ini dinilau keliru. Ngurah harta juga tidak ingin generasi muda Hindu Bali diberikan pemahaman sejarah yang keliru oleh AWK.

“Di sini tidak ada keingingan atau kehendak kita untuk mengkriminalkan. Untuk menegur dia, memberitahu dia bahwa apa yang dilakukan adalah keliuru. Beberapa tahun lagi, generasi kita akan mengatakan ada Raja Majapahit di Bali dan ini tidak kita inginkan. Kita meluruskan, dia (AWK) keliru,” tegasnya.

Baca: Terima Laporan Sandhi Murti dan Puskor Hindu, Begini Penjelasan Polda Bali

Ngurah Harta menjelaskan, dalam beberapa kesempatan dalam kunjungan ke masyarakat, Arya Wedakarna terkadang mengeluarkan bahasa yang dinilai provokatif dan memberikan piagam kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga berencana melaporkan sejumlah orang yang membela AWK di media sosial dengan mengeluarkan bahasa bully serta mengancam orang yang ingin meluruskan sejarah.

“Saat turun ke desa dengan bahasa-bahasa yang provokatif, memberikan piagam. Nanti sebentar polisi yang akan menentukan seperti apa. Dan Kita melaporkan orang-orang yang pengikutnya bahasanya sangat menyakitkan, bully yang luar biasa dan menyakitkan. Kita akan melaporkan satu persatu, kita sudah catat nama-namanya dan alamat. Sampai ada pengancaman terhadap orang-orang yang ingin meluruskan, memback up saya ada macam-macam bahasa yang menyakitkan. Kita udah tau alamatkan nanti kita akan melaporkan, urainya.

Sementara itu, Pusat Koordinasi (Puskor) Hindu Indonesia, Ida Bagus Susena yang ikut melaporkan Arya Wedakarna ke Polda Bali menjelaskan, AWK sudah melecehkan simbol hindu karena melecehkan Sulinggih dan mendoakan Sulinggih untuk cepat mati. Hal ini dinilai Suseh, AWK telah melecehkan simbol Hindu yang selama ini disucikan.

“Kita dari Puskor melaporkan hal yang berbeda dari sisi pelecehan sulinggih (tokoh hindu bali) yang dilakukan pada tanggal 22 desember saat melakukan Dharma Wacana. Kami tekankan sebagai komponen hindu, sangat merasa dilecehkan oleh ucapannya. Yang mana seorang hindu yang mengaku dirinya hindu dan menjadi tokoh hindu kemudian menyumpah Sulinggih untuk mati cepat atau ‘Madak Pang Enggan Mati’ gitu istilahnya. Ini sudah pelecehan terhadap symbol Hindu. Karena Sulinggih merupakan salah satu simbol Hindu yang kita sucikan. Saya sudah katakana bahwa orang itu tidak memiliki kewarasan, saya orang hindu dalam berucap bertutur kata harus menjaga etika,” papar Susena.

Hingga berita ini diturunkan, Arya Wedakarna yang dihubungi melalui telepon selulernya tidak menjawab panggilan. (Boy/Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya