oleh

STIKMAH Tobelo Maluku Temukan Obat Penangkal Virus Corona

-Berita-46 views

Tobelo, Lintasnusanews.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (STIKMAH) Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara dalam riset terbarunya, berhasil menemukan anti virus yang bisa mengatasi Corona Virus, Mers Sars, HIV hingga Cancer. Riset yang dipimpin langsung Ketua STIKMAH, Dr. dr. Arend L Mapanawang itu, menemukan senyawa yang diextract dari bahan herbal marine pada bintang laut merah yang mengandung senyawa Piperidone mencapai 27.24 persen dengan senyawa terbesar dari beberapa kandungan senyawa pada bintang laut merah.

“Penelitian ini bekerjasama dengan Lab Provinsi DKI karena di STIKMAH Tobelo belum memiliki Lab yang lengkap. Kami hanya memiliki Lab yang standar tapi berkolaborasi dengan 13 Lab Nasional yang ada di Indonesia,” ucap dr Arend seperti yang dilansir Kabar Malut, Selasa (11/02/2020).

Arend menjelaskan, peneliti STIKMAH Tobelo, juga telah berhasil menemukan suplemen herbal untuk HIV/AIDS pertama di dunia yang hasil karyanya telah dipatenkan di Kemenkumham dan tinggal menunggu sertifikat. Pihaknya terus meneliti berbagai hal terutama penyakit yang sulit disembuhkan termasuk Corona virus, yang saat ini menghantui suluruh bangsa di dunia ini.

“Riset ini tetap berlanjut dan tahapan masih panjang tetapi kami sudah MoU Universitas Cina, Jepang, Malaysia, Singapura bahkan Inggris. Tim kami lagi mempersiapkn proposal untuk berkolaborasi dengan kampus yang bersedia bekerjasama,” ungkapnya.

Bintang laut merah yang mengandung senyawa Piperidone 27.24 % dengan senyawa terbesar dari beberapa kandungan senyawa pada bintang laut merah. Foto: Istimewa

Dengan penemuan senyawa di peridone ini, STIKMAH Tobelo berencana mengembangkan suplemen bintang laut dalam bentuk kapsul, karena Bintang laut merah mengandung senyawa Piperidone (Istimewa). Arend mengaku, saat ini pihaknya telah persiapkan pendafran paten atas temuan senyawa piperidone pada bintang laut, yang diproses ke simplisia dalam bentuk kapsul. Setelah melalui tes invitro selesai, pihaknya akan melanjutkan dengan tes invivo pada tikus dan manusia.

“Harus melalui tahapan sesuai kode etik riset kami akan produksi suplemen herbal marine anti Corona virus, Mers, Sars, bahkan HIV/AIDS dan Hepatitis. Kami bangga karena bisa membuka tabir untuk penyakit-penyakit yang sulit obatnya. Minimal hasil temuan ini bisa memberikan manfaat bagi kemanusiaan dan meningkatkan kualitas hidup,” paparnya.

Tim Peneliti STIKMAH Tobelo terdiri dari Dr.dr. Arend L Mapanawang selaku Ketua Peneliti dengan anggota peneliti masing-masing; Ismail Fernandes Sambode Amd.Farmasi; Silvestre Wungow S.Farmasi; Philip Jemy Maengkom, Giovany Mapanawang Sked; Frangki Mapanawang Skep Ns, Mkes; Dolfina Galela M.Hum; dr Sarah G Mapanawang M.Kes dan Amanda Manitik M.Kes.(Tim/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya