oleh

Grace Anastasia Himbau Masyarakat Bijak Bermedsos Menanggapi Isu Virus ASF dan Corona

-POLITIK-72 views

Denpasar, Lintasnusanews.com – Berbagai isu virus African Swine Fever (ASF) dan virus Corona yang beredar luas di masyarakat, anggota Komisi II DPRD Provinsi Bali, Grace Anastasi Surya Wijaya meminta masyarakat bijak dalam menanggapi isu di media sosial. Selain itu, Grace juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali agar terus melakukan langkah antisipasi termasuk sosialiasasi kepada para peternak dan masyarakat.

“Harapan saya, pemerintah lebih sigap menangani virus ASF ini agar segera ditemukan vaksinnya kalau memang belum ada vaksinnya dan tidak membuat masyarakat khawatir terutama dari medsos yang banyak hoax. Dan menjamin babi-babi yang dikonsumsi itu adalah babi-babi yang sehat,” ungkap Grace usai pertemuan dengan puluhan rasul awam Keuskupan Denpasar, Selasa (11/02/2020) malam.

Grace menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan beragam isu hoax yang beredar di masyarakat terkait virus ASF dan virus Corona. Menurut Grace, bila isu virus di media sosial tidak diverifikasi oleh masyarakat maka akan menimbulkan kehawatiran masyarakat dan berdampak kepada pariwisata Bali.

“Untuk masyarakat agar lebih hati-hati dan memilah berita, dengan memperhatikan berita yang ada di media mainstream dan tidak mempercayai media sosial atau media abal-abal. Karena masyarakat tau media mana yang menyebar hoax dan media mana yang kredibel. Saya rasa masyarakat sudah punya pendidikan yang baik sehingga mereka tau mana yang hoax dan mana yang nggak. Jadi cek and recheck itu suatu keharusan, agar jangan sampe informasi yang kita terima jangan langsung share dan mengakibatkan kekhawatiran di masyarakat,” ujar Grace yang juga Sekretaris Fraksi Gabungan (Nasdem, PSI, Hanura) ini.

Sementara terkait menurunnya angka kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Bali, Grace berharap Pemerintah Provinsi Bali gencar melakukan promosi pariwisata Bali ke provinsi lain. Hal ini untuk menjamin dan memastikan bahwa Bali aman dari isu virus yang menyebabkan kekhawatiran di masyarakat sehingga wisatawan domestik mau berlibur ke Bali.

“Harapan saya agar ada sinergi dari Pemerintah Provinsi Bali dengan pemerintah provinsi lain seluruh Indonesia. Karena kita tau pariwisata di Bali terumata yang dari China ini turunnya sangat tajam sekitar 15 ribu wisatawan. Nah perlu kita mendatangkan wisatawan domestik, kita perlu promosi bali ke wilayah lain agar mereka mau dan tidak kahwatir datang ke Bali,” pungkas Grace. (Tim/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya