oleh

Villa Diklaim “Mafia Tanah” WNA, Pemilik Sah Laporkan Oknum Notaris ke Polres Badung

-HUKRIM-220 views

Badung, Lintasnusanews.com – Pemilik sah Villa Asri Jewel di Jalan Goa Gong, Unggasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali, akhirnya melaporkan oknum Notaris BFHP ke Mapolres Badung, Senin (10/2/2020). SFB yang merupakan istri dari IKP, didampingi pengacaranya Togar Situmorang melaporkan sang Notaris, karena tanah berisi bangunan villanya menjadi korban mafia tanah yang melibatkan WNA (Warga Negara Asing).

“Jadi dari hasil klarifikasi di Kantor BPN Badung, ternyata sertifikat asli atas nama IKP yang tak tak lain adalah suami SFB, sudah ada pada pihak BPN setelah adanya permintaan untuk peralihan hak dari pemilik awal IKP kepada nama seseorang yang diduga bernama Putu A atas permintaan Notaris/ PPAT Badung namun tidak dilanjutkan, dan telah dicoret menurut keterangan petugas BPN,” jelas Togar Situmorang,S.H., M.H., M.AP. di Denpasar, Rabu (12/02/2020) siang

Togas menjelaskan, kliennya SFB terkejut setelah lahan bersertifikat dan bangunan berupa Villa Asri Jewel milik suaminya berinisial IKP, malah diklaim oleh seorang WNA. Karena tak terima, SFB mengadukan persoalan yang dihadapinya ke kantor Law Firm Togar Situmorang & Associates untuk mencari keadilan dan meminta bantuan hukum.

Baca: Bule Australia Diduga Kuasai Tanpa Hak Tanah Berisi Villa Milik WNI

Tanpa merasa takut, SFB melakukan penelusuran, termasuk kepada pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Imigrasi. Hasilnya, SFB menemukan adanya kejanggalan dalam dokumen saat klarifikasi di Kantor BPN Kabupaten Badung. Kejanggalan terutama seputar dokumen-dokumen yang dibuat oleh Notaris/ PPAT Badung berinisial BFHP. SFB pun menduga ada perbuatan melawan hukum untuk menguasai atau memperoleh sertifikat atas nama suaminya, tanpa suatu proses yang sesuai aturan hukum di Indonesia.

“Klien kami SFB kemudian membuat laporan polisi atas dugaan pidana yang diatur dalam Pasal 378 dan/ atau 372 jo 263 Kuhpidana dengan Nomor Laporan Polisi LP-B/ 50/ II/ Bali/ Res.Bdg tanggal 10 Februari 2020,” ungkap Togar.

Terkait laporan polisi ini, Togar Situmorang meminta semua pihak agar menghormati proses hukum yang ada. Ia juga meminta peran masyarakat, agar ikut aktif mengawal praktik curang yang melibatkan warga negara asing ini.

“Klien kami yang adalah seorang wanita dengan inisial SFB dan merupakan istri dari pemilik sertifikat sah dan Villa Asri Jewel, memohon aparat hukum dapat segera menetapkan oknum Notaris/ PPAT Badung berinisila BFHP sebagai tersangka,” ujar Togar.

Togar Situmorang mengaku, mendampingi kliennya SFB melaporkan oknum Notaris BFHP ke Polres Badung karena memperjuangkan perlindungan hukum terhadap pemegang hak atas tanah yang tak lain adalah suaminya. Togar juga menuturkan, informasi yang didapat di Polres Badung, oknum Notaris yang sama juga sudah dilaporkan oleh korban lainnya berinisial J.

“Kami mendapat informasi bahwa ada seorang berinisial J yang adalah pengusaha property, merasa hak atas sertifikatnya tidak dapat diperoleh dengan berbagai alasan dari Notaris/PPAT Badung berinisial BFHP itu. Informasinya sudah ada empat laporan polisi terkait oknum notaris tersebut di Polres Badung, di mana modusnya hampir mirip dengan apa yang dialami oleh klien kami saat ini. Kami berkeyakinan bisa menyeret Notaris/ PPAT ini ke ranah hukum sehingga tidak ada lagi korban-korban dari para mafia tanah untuk menguasai lahan dengan cara melawan aturan hukum yang berlaku di Indonesia,” papar Togar.

Togar mengaku, atas peristiwa ini SFB yakin bahwa pihak kepolisian dapat menindaklanjuti laporan pidana yang dilayangkannya. SFB juga mengingatkan pihak BPN, agar sertifikat asli milik suaminya jangan dipindahtangankan atau diberi kepada pihak Notaris/ PPAT tanpa sepengetahuan pemilik sah yang telah memberi kuasa kepada SFB, sesuai janji pejabat BPN.

“Apalagi saat ini sudah dalam bentuk laporan polisi, agar tidak ada masalah hukum ke pihak BPN Badung dengan dugaan penyelewengan kewewenang,” tutur Togar Situmorang.

SFB pemilik sah Villa Asri Jewel di Jalan Goa Gong, Unggasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali,saat mendampingi kliennya mendatangi BPN Badung, Selasa (04/02/2020) siang. Foto: Istimewa

Sebelumnya, SFB mencoba memeriksa status kepemilikan lahan dan villa milik suaminya ke pihak BPN Badung. SFB sekaligus memasukan surat pemberitahuan keberatan hukum. Saat datang ke BPN Badung dengan diantar beberapa kerabat, SFB terkejut dengan penjelasan BPN Badung, bahwa sertifikat asli yang terdaftar atas nama suaminya berada di BPN karena dititip oleh oknum Notaris/PPAT Wilayah Badung berinisial BFHP.

“Hal itu membuat SFB bersama saksi bernama Lukas dan Asri kaget. Kok bisa sertifikat asli itu dititip ke BPN? Apalagi sertifikat asli itu sempat dialihkan atas nama Putu A. Bahkan saat klarifikasi di BPN Badung tersebut, SFB melihat ada transaksi fiktif akta PPJB antara IKP kepada diduga bernama Putu A terkait jual beli senilai Rp 12,250 miliar. Ada juga dokumen akta AJB dari penjual diduga bernama Putu A selaku kuasa jual dari IKP kepada pembeli diduga bernama Putu A bernilai Rp12,250 M,” beber Togar Situmorang.

Togar menuturkan, kliennya SFB memastikan dokumen itu fiktif, karena nilai transaksi miliaran rupiah tersebut tidak satu sen pun masuk ke pemilik hak atas tanah bernama IKP yang merupakan suami SFB. Selain itu, Putu A dalam identitas akta PPJB serta AJB tersebut, ternyata berstatus mahasiswi.

“Jadi ada dugaan kuat, ini kategori pencucian uang kental sekali. Apalagi ada juga surat pernyataan yang ditanda tangani IKP, seolah-olah telah menjual kepada diduga bernama Putu A tertera tanggal yang menurut pengakuan SFB saat tanggal tercantum tersebut ada di Tabanan untuk proses pernikahan mereka. Jadi SFB yakin, ada unsur pemalsuan tanda tangan suaminya IKP oleh orang yang ingin menguasai dan mengambil tanah juga Villa Asri Jewel tanpa mau melakukan pembayaran maupun transaksi secara terang dan tunai,” tuturnya.

Dengan sejumlah hasil temuan dan alat bukti yang diperoleh kliennya, Togar berharap polisi profesional menangani kasus yang dilaporkan ini, apalagi Kapolda Bali, Irjen Pol.Petrus Reinhard Golose tengah gencar membongkar praktik curang para mafia tanah. Togar juga berharap, peristiwa hukum yang telah dilaporkan di Polres Badung serta kasus yang dilaporkan oleh pengusaha property inisial J tersebut, mendapat perhatian dari Satgas Mafia Tanah.

“Satgas Mafia Tanah harus juga segera turun tangan agar bisa maksimal untuk memerangi kejahatan atas lahan juga property dari para pengusaha atau masyarakat umum lain, yang hilang tanpa kejelasan siapa yang bertanggung jawab. Mereka tidak menerima sepersenpun pembayaran atas lahan juga usaha, sebagaimana lahan dan villa milik IKP dan SFB, yang tengah berjuang mendapatkan kembali sertifikat juga Villa Asri Jewel yang saat ini masih dikuasai orang lain dalam hal ini pihak WNA,” pungkas lawyer yang pernah menerima penghargaan Indonesia Most Leading Award 2019 ini.  (Tim/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya