oleh

Miliki 4 Sekolah Namun Hanya Satu Guru PNS

Ambon, Lintasnusanews.com – Potret minimnya kualitas pendidikan ditemukan di desa Tahalupu, Pulau Kelang Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat  Provinsi Maluku. Desa ini memiliki 4 sekolah yakni Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) namun ironisnya hanya memiliki seorang guru yang berstatus PNS.

“Desa kami punya SMA Negeri pak, tapi hanya satu pegawai negeri sipil (PNS) pak. Itu juga kepala sekolah. selain itu honorer,” ungkap Aswad Duwila, warga Desa Tahalupu, Kamis (20/02/2020) siang.

Arsad menjelaskan, kondisi ini berpengaruh pada kualitas pendidikan di desa Tahalapu karena Pasalnya, PNS yang juga menjabat kepala sekolah tidak mampu mengajar semua disiplin ilmu. Selain itu, sejumlah tenaga honorer juga terpaksa mengajar mata pelajaran yang bukan disiplin ilmunya dan sebagiannya hanya lulusan SMU.

“Kondisi ini sangat berdampak bagi kualitas pendidikan di desa ini. Kepsek tak mampu mengajar ratusan siswa, sebab dia hanya punya disiplin ilmu lain. Banyak honorer tapi bukan lulusan pendidikan, ada dari sospol bahkan ada lulusan SMS saja,“ jelasnya.

Kondisi hanya satu guru PNS dan kekurangan guru bidang studi tersebut tak hanya terjadi pada tingkat SMA di desa ini, namun juga pada tingkat SD Tahalupu, SMP Satu Atap Tahalupu dan MTS Tahalupu. Warga berharap, pemerintah dapat membantu kekurangan tenaga guru PNS dan sesuai disiplin ilmu.

“Kami berharap pemerintah daerah seram bagian barat melihat kondisi ini, sebab kondisi ini telah berlangsung lama. Kami juga ingin kualitas pendidikan di desa ini bisa lebih baik,” harapnya.

Ketua Komisi I DPRD Seram Bagian Barat, Jamadi Darman saat reses ke Desa Tahalapu. Foto: Lintasnusanews.com/Erfan

Persoalan minimnya tenaga pendidikan ini terungkap saat reses Ketua Komisi I DPRD Seram Bagian Barat, Jamadi Darman di pulau Kelang dan Manipa. Dalam resesnya,  Jamadi berjanji akan menindaklanjuti masalah pendidikan dan masalah fasilitas kesehatan yang dikeluhkan warga.

“Ini akan jadi perhatian saya. Dan terkait keluhan itu, akan langsung saya sampaikan ke pihak terkait dalam hal ini dinas Pendidikan Provinsi untuk SMA. Sementara untuk SD dan SMP, aspirasinya akan saya sampaikan ke Diknas SBB, serta dinkes untuk masalah kesehatan itu,” kata Jamadi. (Erfan/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Berita Lainnya