oleh

Gempa Cianjur, 56 Warga Meninggal Dunia

Cianjur, Lintasnusanews.com – Gempa bumi mengguncang wilayah Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) siang mengakibatkan 56 warga meninggal dunia. Pusat gempa yang berada di 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur tersebut juga menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur.

“BNPB terus melakukan pendataan. Korban jiwa khususnya di Kabupaten Cianjur  17 orang meninggal dunia. Dan 19 orang warga alami luka-luka cukup berat,” ungkap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto di Jakarta, Senin (21/11/2022) petang.

Suharyanto mengaku akan menempatkan helikopter untuk mempermudah penanganan bencana di wilayah Jawa Barat.

“BNPB akan menempatkan satu unit helikopter. Untuk mempermudah penanganan darurat bencana, evakusi dan pendistribusian logistik ke lokasi-lokasi terisolir,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan BNPB, dampak gempa merusak beberapa bangunan rumah sebanyak 343 unit. Selain itu, satu unit pondok pesantren rusak berat, RSUD Cianjur alami rusak sedang.

Selanjutnya tercatat 4 unit gedung pemerintah, 3 unit fasilitas pendidikan, 1 unit sarana ibadah, 1 unit toko dan 1 unit cafe. Sejumlah ruas jalan juga dikabarkan terputus sehingga menyulitkan akses kendaraan.

“Besok pagi saya akan ke lokasi. Untuk melaksanakan pendampingan terhadap langkah-langkah penanganan gempa di Cianjur. Selain itu untuk memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak” tuturnya.

Suharyanto menegaskan, pemerintah akan membangun kembali rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.

“Rumah yang alami kerusakan akan dibangun kembali oleh pemerintah,” ujarnya.

Suharyanto menambahkan, bencana alam merupakan perisitiwa yang tidak diprediksi. Namun ia mengajak semua stakeholder untuk bersama membangun sinergi penanganan.

“Tidak ada satu kekuatan yang bisa menghindari kapan terajdinya bencana. Yang pasti setelah terjadi bencana, bagaimana upaya-upaya kita secara sinergi, soliditas dan sungguh-sungguh. harap Suharyanto.

Sementara itu, Bupati Cianjur Herman Suherman, kepada wartawan, Senin (21/11/2022) petang mengaku saat ini tercatat warga yang meninggal mencapai 56 orang.

“Data paling baru, korban meninggal mencapai 56 orang dengan 40 di antaranya merupakan anak-anak. Mereka tertimpa bangunan yang ambruk,” kata Herman Suherman, dilansir detikom, Senin (21/11/2022) petang.

Penulis/Ediotor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya