oleh

Merasa Dikucilkan, Odha Flores Timur: Jangan Biarkan Kami Mati Dua Kali

Larantuka, Lintasnusanews.com – Komunitas orang dengan Gejala HIV Aids (Odha) Kabupaten Flores Timur NTT merasa dikucilkan di masyarakat. Mereka berharap, dukungan moril masyarakat agar membantu mereka berjuang untuk sembuh.

“Di kalangan masyarakat kami di kucilkan. Kami dianggap membawa bencana yang mengancam kampung halaman kami. Tetapi tetap tabah dan berdoa walaupun sulit menerima kenyataan yang pahit,” ungkap salah seorang Odha berinisial S di Larantuka, saat merayakan Hari Aids se-dunia, Kamis (01/12/2022).

Menurutnya, kondisi ini sering dialami kalangan Odha dari ibu rumah tangga, padahal mereka korban ketidaktahuan. Oleh karena itu, S berharap masyarakat tidak membiarkan mereka mati dua kali karena mempengaruhi tingkat stress.

“Ini bukan karena perilaku kami sendiri. Tapi ini merupakan suatu ketidakadilan yang banyak sekali dialami oleh ibu rumah tangga. Kami adalah korban ketidaktahuan. Di sini aku mengajak bapa ibu sekalian jangan biarkan kami mati dua kali! yang pertama mati dikucilkan, dan kedua mati sesungguhnya,” jelasnya.

Dalam acara yang digelar di Rumah Singgah Odha di Kelurahan Pohon Bao, Kecamatan Larantuka itu, komunitas Odha juga mendoakan para korban yang telah meninggal. Komunitas Odha berharap, masyarakat menjauhi penyakitnya bukan orangnya.

“Kami juga punya hak untuk hidup. Terimalah kami sebagai sesama manusia kami juga ciptaan tuhan juga membutuhkan kasih sayang dari keluarga dan masyarakat. Karena dukungan itu kami semangat untuk bertahan hidup walaupun berdampingan dengan obat setiap hari. Pesan kami bahwa jauhi penyakitnya jangan orangnya,” harap S.

Penderita HIV Aids Flores Timur Cenderung Tertutup

Kordinator Bidang Perancangan dan Keuangan Komisi penanggulangan Aids (KPA) Flores Timur, Yosep Marsianus Mattutina mengatakan, dukungan masyarakat pada komunitas sangat diharapkan. Yosep mengaku, para penderita cenderung tertutup dan merasa malu sehingga enggan melapor.

“Kami mohon uluran tangan dan bantuan dari semua pihak untuk peduli atas rumah singgah Odha ini. Memang kurang layak huni, juga tidak mampu menampung para odha dalam jumlah banyak,” harapnya.

Berdasarkan data KPAD Flores Timur, penderita HIV Aids sejak tahun 1997 hingga bulan Oktober 2022, tercatat sebanyak 429 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 86 orang positiv HIV dan 343 orang pengidap AIDS.

Selanjutnya total kematian akibat virus mematikan ini sebanyak 152 orang dan tercatat Odha sebanyak 227 orang. (brh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya