oleh

Lestarikan Alam , Forum Pemuda NTT di Bali Tanam 510 Pohon Bakau

Denpasar, Lintasnusanews.com – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) di Bali, menanam 510 pohon Bakau di Taman Hutan Raya, Bendungan Gerak Tukad Mati, Suwung, pada Sabtu (17/06/2022). Penanaman Bakau itu sebagai bentuk aksi sosial pemuda asal NTT dalam kontribusinya melestarikan alam.

Ketua Umum Forum Pemuda NTT, Adi Papa Ndale menjelaskan, pihaknya berkolaborasi dengan Yayasan Peduli Cinta Indonesia dan Diesel One Solidarity. Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki banyak manfaat bagi lingkungan.

“Persiapan kami hampir satu setengah bulan. Tema gerakan penanaman mangrove demi mewujudkan kelestarian alam. Lebih dari 550 orang yang ikut serta,” ujarnya.

Yohanes mengatakan, hutan mangrove juga merupakan habitat hewan-hewan kecil, serta rantai makanannya. Selain itu, pelindung kawasan pesisir, melindungi laut dari lumpur dan air yang jernih. Juga mampu memproduksi oksigen dalam jumlah besar. Tak hanya itu, hutan bakau juga memiliki fungsi ekonomis, seperti tempat wisata, hingga tempat berlabuhnya perahu-perahu kecil.

Saat ini luas hutan mangrove di seluruh Indonesia mencapai 3,36 juta hektar atau 20,37% dari total luas hutan mangrove di dunia. Diharapkan, luasnya bisa bertambah dengan adanya kegiatan-kegiatan sosial penanaman ini.

“Sehingga dapat memberikan manfaat lebih untuk kehidupan,” ujarnya.

Aksi sosial ini juga dirangkai dengan pembagian paket sembako sebagai ajang silaturahmi dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan.

Managing Director Diesel One Solidarity, Ayuningtyas Widari Ramdhaniarta mengapresiasi kegiatan yang berdekatan dengan Hari Lingkungan Hidup sedunia pada Senin (05/06/2023) lalu. Menurutnya, penanaman bakau ini juga salah satu program Diesel One Solidarity platform CSR dari Diesel One Group.

“Kami sangat bangga karena rutin Forum Pemuda NTT melaksanakan kegiatan sosial baik di Bali maupun di Jakarta. Kami mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Peduli Cinta Indonesia, Forum Pemuda NTT yang sudah mengajak kami berkolaborasi,” katanya.

Ayuningtyas menambahkan, penanaman bakau di Bali harus terus dilaksanakan dan digaungkan. Karena jika tidak ditanami mangrove, pantai-pantai di Bali terancam abrasi yang berbahaya untuk lingkungan dan penduduk sekitar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya