oleh

Pungli Penerimaan Pegawai Non ASN, Kejari Badung Tetapkan 1 Tersangka

Badung, Lintasnusanews.com – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Desa Kabupaten Badung Bali ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari Badung). Oknum berinisial PS tersebut diduga menerima uang sejumlah Rp480 juta untuk meloloskan empat orang calon pegawai bekerja di dinas tersebut.

“Minggu lalu sudah kami tetapkan statusnya sebagai tersangka. Sampai saat ini, kami lakukan penahanan terhadap tersangka. Dari hasil pemeriksaan kami, penerimaan pegawai ini tidak melibatkan BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Hanya sebatas dalam wilayah dinas terkait,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus, Barkah Dwi Hatmoko, didampingi Kasi Intel, Gde Ancana di Kantor Kejari Badung, Selasa (22/11/2023).

Baca juga: Kejari Badung Musnahkan Barang Bukti Narkoba dan Alat Bantu Seks

Barkah mengaku, penyidikan kasus ini dilakukan selama tiga bulan, sebelum akhirnya menetapkan PS sebagai tersangka. Pengungkapan kasus dugaan suap tersebut berawal dari laporan salah satu korban calon pegawai non ASN ke Kejari Badung.

“Kemarin memang selama tiga bulan kami melaksanakan penyidikan, terkait penanganan perkara tindak pidana korupsi penerimaan pegawai non ASN di Kabupaten Badung tahun 2021. Penyidik memang menemukan bahwa pada tahun 2021 tersebut, ada oknum dari ASN Kabupaten Badung yang berdinas di Dinas Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat Desa. Yang bersangkutan ini memang melakukan perantaraan penerimaan pegawai non ASN. Beberapa calon pegawai memang rencananya akan dimasukkan. Empat dari enam orang memang calon yang akan dimasukkan,” papar Barkah.

Jumlah Dugaan Pungli Penerimaan Pegawai Non ASN Badung Bervariasi

Beberapa pihak calon pegawai meminta bantuan oknum ASN di dinas tersebut dan diduga menyerahkan sejumlah uang kepada tersangka ASN beinsial PS senilai Rp480 juta.

“Namun karena bermasalah dan memang ada permintaan-permintaan tidak dapat dipenuhi oleh PS. Kemudian ada laporan kepada kami. Korban calon pegawai non ASN tersebut, salah satunya melaporkan terkait pemberian uang yang telah dilakukan olehnya kepada tersangka PS,” jelasnya.

Menurut Barkah, calon pegawai non ASN yang mendaftar di tahun 2021 sebanyak 680 orang. Namun dari jumlah itu, enam orang calon pegawai yang berurusan dengan oknum PS. Dengan harapan lolos menjadi pegawai di dinas tersebut.

“Sebelumnya di tahun 2020 sudah pernah. Totalnya dia terima berapa kita tidak tau persis, tapi dari hasil pemeriksaan waktu itu ada 2 yang berhasil dimasukkan sebagai pegawai non ASN. Dua orang itu Rp50 juta. Nah tahun 2021 itu tarifnya bervariasi,” katanya.

Sementara menanggapi potensi bertambahnya tersangka lain dari pihak korban sebagai pemberi uang, Kasi Intel Kejari Badung, Gde Ancana mengaku masih dalam pengembangan.

“Kasih waktu teman-teman penyidik untuk mengumpulkan alat bukti kembali. Nanti bagaimana perkembangannya, kami akan sampaikan ke media,” ujar Ancana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 komentar

Berita Lainnya