oleh

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, Pengungsi Mencapai 5 Ribuan Jiwa

Larantuka, Lintasnusanews.com – Pascakenaikan status Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT dari level 3 siaga ke level 4 awas, jumlah pengungsi mencapai 5.464 jiwa. Warga yang bermukim di lereng gunung telah dievakuasi sejak erupsi pertama pada Sabtu, 23 Desember 2023 lalu.

Penetapan status oleh Pusat Vulkanologi Meteorologi dan Geofisika (PVMBG) itu berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental sejak 01 – 09 Januari 2024. Gunung Lewotobi menunjukkan aktifitas yang meningkat sejak erupsi pertama pada 23 Desember lalu.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah. (BPBD) Flores Timur, total warga mengungsi berjumlah 5.464 jiwa. Jumlah ini terdiri 2.659 pengungsi laki-laki dan 2.805 perempuan.

“Data terpilah dari total tersebut, di antaranya lansia 575 jiwa, anak-anak 312, ibu menyusui 118, balita 76, ibu hamil 23 dan disabilitas 12. Peningkatan jumlah pengungsi seiring adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki,” Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari, Jumat (12/01/2024).

Para pengungsi ini berasal dari 5 kecamatan yakni, Kecamatan Wulanggitang, Titehena, Demon Pagong, Ile Bura dan Larantuka. Jumlah pengungsi terbesar dari Kecamatan Wulanggitang, sebanyak 3.609 jiwa. Selanjutnya pengungsian dari Kecamatan Titehena sejumlah 1.698.

Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga darurat bencana alam erupsi Gunung api Lewotobi Laki-laki selama 14 hari. Ini terhitung sejak 1 hingga 14 Januari 2024.

“Melalui penetapan status, pemerintah daerah dapat mengoptimalkan sumber daya untuk penanganan darurat. Khususnya penanganan warga yang mengungsi,” ujar Muhari.

Untuk menangani kebutuhan konsumsi pengungsi, petugas pemda dibantu TNI Polri membuat dapur umum yang berada di Kantor Camat Wulanggitang. Selain itu, pihak Polri juga membuka dapur umum portabel.

“Kedua fasilitas ini untuk memenuhi kebutuhan makan dan minuman warga di beberapa titik di kecamatan itu. Dua dapur umum lainnya beroperasi di Desa Konga, yang dioperasikan oleh Kementerian Sosial dan TNI,” jelas Muhari.

PVMBG mengimbau warga tidak beraktivitas pada radius 4 km dari puncak gunung dan sektoral 5 km arah barat laut – utara.

Penulis/Editor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya