oleh

Terlantar di Ubud, Bule Belgia Dideportasi Imigrasi Bali

Denpasar, Lintasnusanews.com – Seorang bule Belgia berinisial PGMG (61) pemegang identitas wisatawan lansia dideportasi Imgrasi Bali. PGMG mengandalkan uang pensiunan bulanannya dalam memenuhi kehidupannya selama di Bali, namun kehilangan paspornya pada November 2023 lalu.

Sebelum akhirnya ditampung di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, PGMG sempat mendatangi Polsek Ubud. Dirinya mengaku, tidak dapat mengakses kartu kredit dan hanya dapat menggunakan kartu debit. Sementara isi kartu debitnya hanya tersisa Rp200.000 sehingga tidak cukup bertahan hidup di Bali.

Polsek Ubud kemudian mengamankan PGMG dan selanjutnya diserahkan ke Satpol PP Kabupaten Gianyar untuk dapat ditangani. Bule Belgia ini direkomendasikan untuk diserahkan kepada Kantor Imigrasi Denpasar Bali, agar dapat ditangani sesuai ketentuan keimigrasian.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan evaluasi terhadap kasus PGMG, keputusan untuk melakukan pembatalan izin tinggal dan pendeportasian diambil. Sekaligus guna mempermudah pengobatan di Belgia atas sakit yang dimilikinya,” ungkap Kepala Rudenim Denpasar, Gede Dudy Duwita, Kamis (25/01/2024) pagi.

Dudy menjelaskan, pihaknya menerima PGMG dari Kantor Imigrasi Denpasar pada 18 Desember 2023 lalu. Setelah didetensi selama 35 hari, akhirnya PGMG dapat dipulangkan ke Belgia dengan didampingi seorang dokter yang juga difasilitasi oleh keluarganya.

Pihak keluarga di Belgia membiayai tiket kepulangan nya. PGMG dideportasi melalui bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada 23 Januari 2024 dini hari. Tujuan akhir PGMG di Brussels International Airport – Belgia.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Romi Yudianto menegaskan, sesuai ketentuan Pasal 102 Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, penangkalan dapat dilakukan paling lama enam bulan.

Selanjutnya pencekalan dapat diperpanjang paling lama enam bulan. Selain itu penangkalan seumur hidup juga dapat dikenakan terhadap orang asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“WNA yang telah dideportasi tersebut akan dimasukkan dalam daftar penangkalan sesuai keputusan penangkalan. Oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya” ujar Romi. (edo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya