oleh

Niat Selamatkan Cucu, Seorang Nenek di Sikka Nyaris Terbakar

Maumere, LNN – Seorang nenek di Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, nyaris terbakar ketika hendak menyelamatkan cucunya saat peristiwa kebakaran rumahnya pada Rabu, (07/08/2019) siang. Nenek bernama Hendrika Plewan (75) asal dusun Krokowolon, Desa Waiara itu, tengah membersihkan hasil panen cengkehnya, kaget ketika cucunya berteriak  rumahnya terbakar.

“Hendrika seorang nenek nyaris terbakar pada bagian lengannya saat rumahnya terbakar. Hendrika kaget ketika cucunya berteriak rumahnya terbakar yang sudah melalap hingga mencapai plafon rumahnya,” ungkap Kapolres Sikka, AKBP Rickson Situmorang, Rabu (07/08/2019) di Maumere.

Rickson menjelaskan,  saat peristiwa kebakaran, Hendrika tengah sibuk membersihkan cengkehnya sehingga tidak menyadari api sudah melalap sebagian dinding rumahnya yang  terbuat dari triplex. Salah seorang cucunya  berteriak  sambil menunjukkan kepada neneknya saat api yang sudah merambat hingga kebagian plafon rumahnya.

“Cucunya berteriak sambil menunjukan kepada neneknya kalau rumahnya terbakar dan sudah mencapai ke bagian plafon rumahnya,” ujar Rickson.

Hendrika lanjut Rikson, berlari ke luar rumah sambil berteriak minta tolong. Warga sekitar yang  melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan memadamkan api. Beberapa saat kemudian , satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemda Sikka dan mobil water canon milik polres Sikka langsung memberikan pertolongan hingga api berhasil dipadamkan.

“Selain bantuan masyarakat memberikan pertolongan, mobil pemadam kebakaran milik pemda Sikka dan satu unit mobil water canon  langsung memberikan pertolongan hingga api berhasil dipadamkan,” kata Rickson.

Sejumlah saksi warga Desa Waiara, telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian yakni; Vitalis  (47), Wihelmus (31) dan Valentinus (57). Dugaan sementara, penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik.

“Sumber api atas kebakaran itu diduga  akibat hubungan arus pendek (listrik),” ujar Rickson.

Kerugian material akibat persitiwa ini diperkirakan mencapai Rp. 750 juta, karena selain satu unit rumah permanen, kebakaran juga menghanguskan satu unit rumah yang tidak permanen dan cengkeh kering sekitar 750 kilogram, serta pakaian dan perabot rumah tangga.

“Akibat kebakaran itu korban Hendrika mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 750 juta,” pungkas Rickson. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya