oleh

Unjuk Rasa Tolak Diskriminasi Kembali Terjadi di Manokwari

Manokwari, LNN – Aksi unjuk rasa penolakan tindakan diskriminasi dan rasial kembali terjadi di Manokwari, Papua Barat, pada Selasa (03/09/2019) siang. Aksi digelar di tiga titik yakni, Jalan Gunung Salju Amban, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Sanggeng.

Pantauan lintasnusanews.com di Jalan Gunung Salju Amban, ratusan mahasiswa Unipa Manokwari yang hendak melakukan long march menuju ke Lapangan Borarsi pukul 09.45 WIT, tidak dijinkan pihak kepolisian karena menghindari terjadinya tindakan anarkis. Massa mengusung sejumlah spanduk yang bertuliskan stop diskriminasi dan intimidasi terhadap orang asli Papua.

Meski negosiasi sempat terjadi antara koordinator aksi dan polisi kurang lebih 45 menit, namun polisi tidak mengizinkan massa melakukan long march menuju Lapangan Borarsi.

Salah satu negosiator aksi menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap perilaku ketidakadilan yang kerap diterima oleh masyarakat asli Papua.

“Kami harus bertemu Gubernur Papua Barat (Dominggus Mandacan, red) untuk sampaikan aspirasi kami,” ujar dia saat bernegosiasi dengan polisi.

Komandan Satuan Brimob Polda Papua Barat, Kombes Pol. Godhelp Masnembra, menegaskan, pihak kepolisian tidak membuka askes jalan dengan alasan agar tindakan anarkis tidak terulang kembali pascarusuh di Manokwari pada Senin (19/08/2019) lalu. Selain itu, aksi demonstrasi tersebut tidak mengantongi izin sesuai ketentuan yang berlaku.

“Minimal 3 hari sebelum aksi, surat pemberitahuan sudah masuk ke Polisi. Tapi ini, surat tidak ada,” ujar Kasat Brimob.

Pasca kerusuhan 19 Agustus lalu, 7 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari personil BKO Brimob Nusantara diperbantukan di Papua Barat. 4 SSK diperbantukan di Sorong dan 3 SSK diperbantukan di Fakfak.

“Jumlah personil BKO dari Brimob Nusantara yang diperbantukan untuk pengamanan di Manokwari ada 7 SSK, untuk Sorong 4 SSK dan 1 SSK di Fafak,” ungkap Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol. Moch Sagi Dharma Adhyakta. (Weking)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya