oleh

Presiden Jokowi Dijadwalkan Membuka Pesta Kesenian Bali 2019

Denpasar, LN – Presiden Joko Widodo dijadwalkan membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) 2019 di Art Center Ardha Chandra Denpasar, Bali Sabtu (15/06/2019) siang. Jokowi juga rencananya akan didampingi Ibu Negara Iriana beserta anak dan cucunya Jan Etes.

“Saya mohon bapak Presiden untuk hadir pada saat pawai, melepas pawai dan membuka Pesta Kesenian Bali. Jadi beliau sampai saat ini terjadwal untuk melepas pawai dan membuka Pesta Kesenian Bali di Ardha Chandra. Beliau akan hadir bersama keluarga istri dan anak cucu. Jadi beliau akan hadir tanggal 15 dan balik ke Jakarta tanggal 16”, ujar Gubernur Bali, I Wayan Koster saat jumpa pers dengan awak media di Gedung Wisma Sabha Kantor Gubernur Bali, Jalan Basuki Rahmat, Renon Denpasar, Senin (10/06/2019) siang.

Koster melanjutkan, Ibu Negara Iriana, rencananya akan didampingi 15 istri Mentri selama kunjungan kerja dua hari di Pulau Dewata. “Ibu Negara, ibu Iriana akan mengajak istri para mentri, itu ada 15 jadi paling banyak” tutur Koster.

Presiden diagendakan tiba di Denpasar pada Sabtu (15/06/2019) siang, melepas rombongan pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandhi Renon dan dilanjutkan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali pada malam harinya.

Pesta Kesenian Bali 2019 mengambil tema Bayu Pramana atau Memuliakan Sumber Daya Angin. Bayu pramana dimaknai sebagai kesadaran dalam memuliakan daya energy dan kekuatan unsur semesta yakni; udara, angin dan nafas. Sebagai implementasinya, dalam pawai tiap kontingen kabupaten/kota mendapat materi khusus untuk property karnaval yakni; Bangli mendapat property Taminyang; Denpasar aneka kipas; Badung, jenis laying-layang; Buleleng, beraneka baling-baling angina, Jembrana mendapat guwangan; Klungkung, beraneka ragam kober lukis; Gianyar, lonceng angin; Tabanan, berbagai jenis umbul-umbul dan Karangasem, memainkan sampinyang gempong penjor.

“Spirit dari Pesta Kesenian Bali ini harus kita rawat, kita jaga dalam konteks untuk melestarikan seni tradisi budaya dan kerifan lokal. Jadi fungsi utama Pesta Kesenian Bali ini adalah pelsestarian. Dan tentu saja diisi dengan pengembangan sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2019 sampai dengan 2023, yaitu visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali juga mengakomodasi perkembangan-perkembagan desawa ini” papar Koster

Koster berharap, PKB 2019 ini sebagai bentuk kebangkitan seni tradisi sebunan berbasis desa adat. PKB juga diperkaya dengan menampilkan partisipasi seni luar daerah dan wakil dari 11 negara di dunia yang dijadwalkan hadir yakni; Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, India, Korea, India dan yang lainnya.

Gubernur menginstruksikan kepada Dinas terkait agar membebaskan biaya sewa stand pameran bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM), karena menurut koster selama penyelenggaraan PKB tahun sebelumnya uang yang masuk ke kas daerah dari sewa stand hanya 1,5 milyar rupiah.

“Dulu ada sewa stand 7,5 juta, ada 6 juta, 5 juta ada yang 10 juta da nada yang 15 juta. Sekarang ini tidak ada lagi dikenakan biaya sewa. Karena saya ingin betul-betul wahana ini, pesta kesenian bali ini namanya juga pesta jadi peserta yang ikut itu betul-betul dia menjalankan pesta ini dengan sukacita dan dengan kegembiraannya. Jadi tidak ada beban dalam ikut pesta ini sehingga tidak mikir saya ikut pesta kesenian bali ini, saya dapat untung apa gak”, ujar Koster menirukan suasana kebatinan para pelaku UKM.

Karena itu, Koster meminta seluruh stand pameran dan perlengkapan pameran tidak diperkenankan menggunakan bahan plastik dan stereofoam. Hal ini untuk menjaga agar pkb sebagai event ramah lingkungan sebagai implementasi Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2019 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastic. (Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya