oleh

Residivis Narkoba Diringkus BNN Sulawesi Utara

Manado, LN – Aparat Badan Nasional Narkotika (BNN) Propinsi Sulawesi Utara meringkus residivis Narkoba di wilayah Air Madidi atas, Kecamaatan Air Madidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara Rabu (29/05/2019) siang. Barang bukti Ganja seberat 2 kilogram diamankan petugas, saat pelaku mengambil paket di salah satu kantor jasa pengiriman JNE wilayah Air Madidi.

“Barang bukti ganja dengan berat kurang lebih dua kilogram, tkpnya di airmadidi atas kecamatan airmadidi, minahasa utara, inisial dari tersanga A alias I. Dia (pelaku) melanggar pasal 114 ayat 2 dan pasal 111 ayat 2 Undang-undang Narkotika. Ancaman hukuman pidana mati, kemudian penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 tahun, paling lama 20 tahun. dengan denda 10 miliyar Rupiah” papar Kepala BNN Propinsi Sulawesi Utara, Bridjend Polisi Utomo Heru Cahyono, disela-sela pemusnahan barang bukti di Kantor BNN Sulut, Jalan 17 Agustus No.3 Kota Manado, Kamis (13/06/2019) siang.

Kepada awak media, Al Iman (29) mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada keluarganya dan masyarakat Sulawesi Utara.

“Saya mohon maaf kepada seluruh masyarakat sulawesi utara, saya menyesali semua perbuatan yang saya lakukan. Saya memakai ganja sudah sekitar sembilan sampai sepuluh tahun, saya mohon maaf kepada keluarga dan seluruh masyarakat sulawesi utara” ujarnya.

Meski berdalih bahwa barang haram tersebut dipakainya sendiri, namun aparat memiliki bukti kuat, bahwa pelaku memakai dan mengedarkan barang haram tersebut. Petugas masih memburu pelaku lain yang diduga ikut memuluskan aksi pelaku selama ini.

“Ini (ancaman hukuman) tinggi karena barang buktinya melebihi satu kilogram. Dia resedivis dia sudah pernah melakukan dan ini kedua kali dilakukannya. pengembangannya ini kan hasil dari beberapa pihak, termasuk dari masyarakat internal maupun external’, ujar Kepala BNN Sulawesi Utara.

Sebelumnya, tiga tahun lalu, tersangka ditangkap polisi dan menjalani hukuman 11 bulan penjara. (Ans)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya