oleh

Karantina Ikan Manado Gagalkan Penyelundupan Hasil Laut Dilindungi

Manado, LNN – Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Klas 2 Manado Sulawesi Utara, menggagalkan upaya penyelundupan ikan olahan dari Singapura dan dan berbagai jenis hasil laut langka yang akan dijual ke luar negeri. Penggagalan ini dilakukan karena kehawatiran akan penyakit ikan yang berdampak pada sektor budidaya ikan di Indonesia.

“Ada ikan olahan yang dimasukan dari Singapur ini sangat kita proteksi, karena terkait masalah kekhawatiran penyakit ikan terutama hama penyakit dan masalah mutu hasil perikanan. Terumata penyakit ikan, kita sangat memproteksi itu karena kita selalu menjaga sumber daya ikan di Sulawesi Utara dan secara luas di Indonesia. Jangan sampai terinvasi oleh jenis-jenis hama penyakit ikan karantika yang bisa menghancurkan sektor-sektor budidaya di Sulawesi Utara” papar Kepala Balai KIPM Klas 2 Manado, Muhammad Hatta Arisandy, saat acara pemusnahan di Kantor Balai, Kamis (27/06/2019) siang.

Selain menggagalkan penyelundupan ikan olahan dari Singapur, Balai Karantina Ikan Pengendali Mutu (BKIPM) klas 2 Manado juga mengagalkan pengiriman sejumlah jenis kerang, Ikan Napoleon, Teripang dan Lobster, bersama petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Hasil laut langka dan dilindungi oleh Undang undang hayati dan kekayaan laut ini, sedianya akan dikirim ke Singapur dan China oleh Lyu Fenghng, seorang turis asal China yang melakukan perjalanan Wisata ke Manado.

Barang bukti beserta tersangka warga negara China tersebut, sudah diamankan bersama barang bukti dan sedang dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.

Arisandy menjelaskan, barang sitaan yang dimusnahkan ini, sebelumnya ditangkap saat hendak dikirim melalui bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Jenis hasil laut langka dan dilindungi ini rencananya akan dijual ke luar negeri seharga ratusan juta rupiah.

“Pemusnahan komoditi hasil sitaan petugas Balai KIPM Manado dan Avsec Angkasa Pura Sam ratulangi Manado. Ada beberapa jenis yang kita lakukan (pemusnahan) hari ini diantaranya ada lobster, ada ikan napoleon ini adalah salah satu ikan yang dilindungi ini yang coba akan dikeluarkan dari Indonesia. Ini berhasil dilakukan penahanan dan beberapa jenis yang lain, ada juga teripang kemudian ada juga ikan olahan yang dimasukan ke dalam Indonesia dari Singapur” ujarnya.

Selain jenis ikan langka yang akan diseludupkan keluar negeri, ada berbagai jenis kerang yang dilindungi juga coba diseludupkan untuk dijual ke China. Beberapa jenis kerang tertentu harga jualnya ditaksir mencapai puluhan juta persatu buah kerang. Dalam acara pemusnahan, barang sitaan berupa kerang yang akan dijual keluar negeri itu, tidak dimusnahkan, karena akan dijadikan pajangan aset Balai KIPM klas 2 Manado.

General Manager Angkasa Pura Satu, Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Minggus E T Gandeguai mengatakan, penyelundupan melalui bandara baisanya dilakukan pelaku dengan berbagai modus operandi. Termasuk cara pengemasan barang selundupan untuk mengelabui petugas Avsec.

“Fenomena terakhir banyak modus atau motif-motifnya ada yang ditutup dengan ban, ada yang masuk melalui toples ada yang dimasukan pake cargo dan lain lain. motifnya sudah makin banyak tetapi secara volume itu berkurang.” pungkasnya. (Anita)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya