oleh

Pasien Covid19 Meninggal Didampingi Ibunya di Ruang Isolasi, Keluarga Protes Dinkes Sikka NTT

Maumere, Lintasnusanews.com – Keluarga pasien Covid19 berinisial MEL yang meninggal di RS TC Hillers Maumere (03/01/2021) memprotes penanganan pasien oleh Dinkes Sikka NTT. Keluarga menyesalkan pihak rumah sakit yang mengijinkan ibu korban mendampingi pasien selama dirawat dan proses pemakaman menyalahi Prokes.

Keluarga korban meminta klarifikasi kepada Kadiskes Petrus Herlimus dan Direktur RSUD TC. Hillers Maumere dr. Mercy Parera pada Senin (11/01/2021). Selain itu, keluarga juga kecewa karena ibu korban yang kontak erat dipulangkan karantina mandiri sebelum dilakukan test swab.

Tak hanya itu, keluarga juga menyesalkan beredarnya broadcast Whatsapp yang berisi identitas pasien ke masyarakat umum. Menurut keluarga, secara etika medis harusnya pihak rumah sakit menjaga rahasia pasien yang meninggal.

Sejumlah perwakilan keluarga yang hadir masing-maisng, Dominikus Lobo, Rivon Nidi dan Damianus Yo (koko Eng). Selain itu hadir pula salah satu anggota DPRD Sikka dari partai Demokrat, Maria Christini Amela Lomi.

Kepada keluarga korban, Direktur RSUD TC. Hillers dr. Mercy Parera mengakui, bahwa  pihak rumah sakit mengijinkan ibunda alamarhum mendapingi alamarhum MEL dalam ruang isolasi. Namun hal itu dilakukan karena pertimbangan kemanusiaan dan atas permintaan ibunda almarhum menemanni putrinya.

“Kami menyadari bahwa itu tidak sesuai dengan protokoler kesehatan. Itu kami lakukan hanya karena pertimbangan kemanusiaan. Atas ketidaknyamanan ini kami minta maaf,” ungkap dr. Mercy.

Selanjutnya terkait penanganan medis terhadap ibu almarhum, dr. Shanti Delang selaku penanggungjawab bidang P2P Dinkes Sikka mengaku telah dilakukan swab antigen dua hari setelah pasien meninggal. Karena hasilnya positif, petugas mengambil sample swab PCR untuk dikirim ke Lab PCR RS WZ. Yohanes Kupang, namun hasilnya belum keluar.

Kadis Kesehatan Sikka NTT Minta Maaf Atas Kesalahan Penanganan Pasien Covid19 yang Meninggal

Sementara Kadis Kesehata Sikka, Petrus Herlimus juga meminta maaf terkait proses penguburan jenazah korban Covid19 yang dinilai keluarga tidak sesuai Prokes. Petrus memohon maaf atas berbagai kendala teknis yang terjadi selama proses pemakaman.

Selain itu terkait pesan broadcast yang beredar tentang data diri dan kondisi almarhum, Petrus secara tegas menyatakan bahwa informasi tersebut hoax. Sebab bukan merupakan informasi resmi yang dikeluarkan oleh Satgas Covid19 Sikka.

Petrus menambahkan, berbagai persoalan yang disampaikan keluarga menjadi masukan yang baik bagi pihak gugus tugas. Sehingga menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki ke depannya.

“Kami berterima kasih kepada keluarga yang sudah menyampaikan beberapa hal yang menjadi bahan evaluasi bagi tim satgas. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas ketidaknyamanan ini,” jelasnya.

Dengan penjelasan tersebut, pihak keluarga meminta agar pihak RS TC Hillers Maumere lebih ketat menangani pasien Covid19. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid19, karena ibunda almahrumah dipulangkan karantina mandiri.

“Tim dokter juga sudah menjelaskan. Demikian juga pak kadis juga sudah menjelaskan. Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan prokes dengan alasan pertimbangan kemanusiaan. Keluarga berharap ke depan, prokes tetaplah prokes. Yang salah tetap salah dan yang benar tetap benar. Sehingga kita tetap pada satu misi untuk memutus mata rantai,” ujar Kus Lobo. (rel/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya