oleh

Meninggal di Flores NTT, Pastor asal Jerman Heinrich Bolen Tulis Wasiat

Maumere, Lintasnusanews.com – Pater Heinrich Bollen SVD menulis surat wasiat untuk anak angkatnya, sebelum meninggal dunia pada usia 91 tahun di Rumah Sakit TC. Hillers Maumere, Selasa (22/12/2020) lalu. Surat misionaris Katolik kelahiran 02 Juli 1929  di Landstuhl Jerman ini baru dibuka pada Sabtu (23/01/2020) oleh Ketua Yayasan Nativitas Marie Jeanne Colson, di Restoran See Word Club, Kewapante Sikka NTT.

Buah hati pasangan Johann Bollen dan Katharina Leitheiser ini menulis surat wasiat 20 Oktober 2019 dan disimpan dalam brankas milik Pater Heinrich Bollen. Misionaris asing ini dikenal sangat dekat di kalangan masyarakat  Sikka dan sosok pejuang kemanusiaan sejak menjalankan misinya di Pulau Flores NTT.

Surat wasiat ditulis untuk ketiga anak angkatnya masing-masing; Maria Magdalena, Manase Gaib dan Hendrikus Lehan. Surat wasiat dibacakan oleh seorang advokat, Polikarpus Raga, dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat yakni Daniel Woda Pale, Kasianus Kasing, Firmus Pilin Raja.

Selain tokoh masyarakat Sikka, hadir pula sejumlah tokoh masyarakat lainnya dari beberapa kecamatan saat pembukaan brankas dan pembacaan surat wasiat. Tampak hadir Kakil Ketua DPRD Sikka Gregorius Nago Bapa, Kepala Desa Waiara Paulus Plapeng, Kapolsek Kewapante yang diwakili Iptu Alexader Suban.

Selanjutnya hadir juga sejumlah Pengurus Yayasan Nativitas Sikka, Marie Jeanne Colson, Pengurus Yayasan Helf Flores, Paulus Marton dan Alfons Naga.

Berikut isi Surat Wasiat Pastor Asal Jerman Heinrich Bollen

Surat Wasiat Pater Bollen SVD
Surat Wasiat Pater Bollen SVD

Saya Pater Bolen, dengan ini memberikan kuasa kepada Manase Gaib untuk bisa membagikan hasil keputusan sidang. Akan dibagikan hak 50 persen diberikan kepada Yaspem sesuai Akta Notaris tahun 2017 dan 50 persen untuk ketiga anak asuh.  Manase Gaib ada kuasa penuh untuk dipakai sesuai kebutuhan sosial.

Dalam surat wasiat, Pastor Heinrich Bollen juga meminta ketiga anak angkatnya Maria Magdalena, Manases Gaib dan Hendrikus Lehan untuk membentuk satu yayasan kemanuasiaan. Yayasan itu diberi nama Bollen Flores (Bolfor) yang dikelola Manase Gaib, dilengkapi dengan unit-unit khusus yayasan.

Pantauan Lintasnusanews.com di lokasi pembukaan brankas surat wasiat Pater Bollen, sejumlah masyarakat yang hadir menitikkan arimata karena terharu. Salah seorang anak angkatnya, Maria Magdalena menangis terisak karena merasa kehilangan sosok ayah yang jadi panutan.

Selain surat wasiat, isi bagian atas brankas tersimpan foto Pater Bolen tengah mengendong anak asuhnya Maria Magdalena. Selain itu, satu jepitan surat tanggapan atas Kepengurusan Yaspem yang baru yang ditulis Pater Bolen pada 21 November 2017.

Usai pembacaan surat wasiat, selanjutnya dibacakan surat tanggapan atas Yaspem didamping Wakapolsek Kewapante, Iptu Alexander Suban. Selain itu, anak angkatnya Maria Magdalena, dan Ketua Tim pembacaan surat wasiat, Firmus Pilin Raja.

Salah seorang tokoh masyarakat Sikka, Daniel Woda Palle dalam sambutannya menjelaskan sossok Pater Bollen pejuang kemanusiaan. Menurutnya, Pater Heinrich Bollen banyak mengajarkan petani di Pulau Flores untuk bertani yang baik sehingga hasil pertanian Vanili dan Cengkeh.

Tak hanya itu, banyak anak dari keluarga miskin disekolahkan Pater Bollen, diberikan modal usaha dan pekerjaan. Sehingga  kedekatan masyarakat  dengan almarhum Pater Bollen sangat dirasakan manfaatnya.

“Kita tahu, tanah di Sikka ini sempit. Tapi pater Bollen mampu membantu masyarakat dengan usaha hotel yang diberi nama Hotel See Word Club,” ujarnya. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya