oleh

PENA NTT Bali Galang Donasi Korban Bencana Badai Siklon Seroja di NTT

Denpasar, Lintasnusanews.com – Perhimpunan Jurnalis (PENA) NTT Bali, membuka donasi bagi korban bencana siklon seroja yang melanda wilayah NTT. Aksi sosial peduli kroban bencana ini merupakan kedua kalinya, setelah Desember 2020 lalu menyalurkan bantuan bagi korban pengungsi Gunung Ile Lewotolok.

Ketua Panitia Penggalangan Donasi, Agustinus Apolo Daton mengatakan, panitia mulai bekerja berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 05/SK/PENA NTT/IV/2021. Keputusan ini berdasarkan hasil rapat badan pengurus dan dimandatkan membuka donasi melalui rekening BRI 0017 01 108875 500, atas nama PENA NTT Bali.

“Hari ini rekening bank dibuka. Hari pertama dibuka sudah ada donatur yang transfer sebesar Rp 5 juta. Ini bentuk kepercayaan para donatur yang menyalurkan donasinya melalui PENA NTT,” ungkap Apolo di Cafe PICA Pojok Sudirman Denpasar, Jumat (09/04/2021).

Apolo menjelaskan, bencana alam banjir bandang dan badai siklon seroja melanda hampir semua kabupaten di NTT. Namun kondisi terparah dan banyak korban meninggal dunia terjadi di Pulau Adonara Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Pulau Sumba, Kabupaten Alor dan Kabupaten Malaka.

Oleh karena itu, PENA NTT Bali mengumpulkan donasi berupa uang, maupun pakaian layak pakai yang dpaat disalurkan bagi para korban bencana di NTT. Donasi uang dapat disalurkan melalui rekening, sementara bantuan pakaian layak pakai bisa diserahkan ke Sekretariat Panitia Amal di Cafe PICA Pojok Sudirman Denpasar.

“Bantuan uang bisa langsung ke rekening. Nah kalau donatur yang mau sumbang pakaian layak pakai, bisa datang ke sekretariat,” ujarnya.

Donasi PENA NTT Bali Terima Pakaian Layak Pakai

Apolo menuturkan, PENA NTT yang beranggotakan 38 jurnalis asal NTT yang bertugas di Bali ini sebelumnya beberapa kali melakukan aksi sosial. Selama pandemi Covid19, PENA NTT menyalurkan bantuan kepada warga NTT di Bali yang terdampak. Selain itu, membuka donasi bagi korban bencana Gunung Ile Lewotolok Kabupaten Lembata.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, tim kami yang turun langsung ke lapangan, melakukan survei dan pemetaan. Mana yang paling layak dibantu. Dan kami menuntaskan bantuan itu langsung diterima oleh korban tanpa melalui pengantara. Hal ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan dari para donatur. Bahwa bantuan itu memang benar-benar disalurkan dan diterim oleh para korban,” tuturnya.

Sementara Ketua PENA NTT Bali, Ignasius Igo Kleden mengajak semua pihak yang peduli untuk ikut berdonasi bagi para korban bencana. Menurutnya, ratusan ribuan hancur dan korban meninggal, sehingga membutuhkan bantuan hingga proses recovery yang lama.

“Bencana kali ini tidak hanya korban jiwa, tapi ribuan rumah rusak berat bahkan rata dengan tanah. Kondisi ini membutuhkan kepedulian kita semua untuk membantu sesama saudara kita. Termasuk hingga proses recovery pascabencana,” katanya.

Igo menambahkan, apabila masyarakat membutuhkan informasi atau pertanyaan, bisa menghubungi ketua panitia di nomor WA +62 818-353-281 atau bendahara atas nama Mansi di nomor WA +62 813-5331-1686. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya