oleh

Kasus Aktif Covid19 di Bali Menurun Setelah Program Isolasi Terpusat

Denpasar, Lintasnusanews.com – Kasus positif Covid19 di Bali sepekan terkahir mengalami penurunan dari 11.303 kasus aktif menjadi 10.387 kasus aktif. Satgas Covid19 Bali mengimbau masyarakat yang belum vaksin segera mendaftar program vaksinasi dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Sekretaris Satgas Covid19 Bali, I Made Rentin mengaku, pengendalian kasus Covid19 di Bali menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari semakin menurunnya jumlah kasus aktif di Provinsi Bali dalam lima hari terakhir.

Oleh karena itu, masyarakat diminta menaati prokes dengan selalu mencuci tangan, menghindari kerumunan atau menjaga jarak dan memakai masker dengan benar. Selain itu, warga yang belum menerima vaksin, segera mendaftar program vaksinasi untuk menekan penyebaran Covid19 di Bali.

“Tetap taat prokes dan mari sama-sama ikuti vaksinasi,” ujar Rentin, Sabtu (21/08/2021) petang.

Rentin mengaku, tren penurunan ini seiring aktifnya Satgas Covid19 Bali dibantu aparat TNI dan POLRI menggalakkan isolasi terpusat (isoter). Jumlah pasien isoter pada Senin 16 Agustus 2021 lalu berjumlah 2.441 orang. Sementara pada Sabtu 21 Agustus sudah berhasil mencapai 3.919 orang pasien menjalani isoter.

Dengan demikian, menurunkan jumlah pasien isolasi mandiri (isoman) yang sebelumnya tercatat cukup tinggi. Jumlah pasien isoter ini masih berpotensi terus meningkat, seiring banyaknya lokasi isoter yang disiapkan pemerintah.

Hingga Jumat, 20 Agustus kemarin, tercatat terdapat 363 tempat isolasi terpusat yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali dengan total kapasitas 6.119 tempat tidur.

“Untuk terus mendorong tren yang baik ini, masyarakat yang menjalankan isoman secara sadar pindah ke isoter yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah. Sehingga pandemi menjadi lebih cepat terkendali,” harap Rentin yang juga Kepala BPBD Provinsi Bali ini.

Rentin menambahkan, kasus aktif saat ini didominasi oleh orang tanpa gejala (OTG) atau gejala ringan. Kondisi ini ditunjukkan dengan jumlah pasien isoter yang sudah lebih banyak daripada pasien isoman. Sementara jumlah pasien yang dirujuk di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan pasien isoter/isoman.

Penulis/Editor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya