oleh

22 Pelanggar Protokol Kesehatan Terjaring Petugas, 8 Diantaranya Didenda Rp100 Ribu

Denpasar, Lintasnusanews.com – Sebanyak 22 orang pelanggar protokol kesehatan (Prokes) Covid19 di wilayah Sesetan terjaring Tim Yustisi Kota Denpasar Bali Sabtu (23/10/2021). Petugas mengenakan sanksi denda Rp100 ribu kepada warga tidak menggunakan masker.

Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, 14 orang pelanggar protokol kesehatan yang menggunakan masker tidak dengan benar diberi pembinaan. Sementara 8 orang pelanggar prokes yang tidak memakai masker didenda sesuai Pergub Bali dan Perwali Denpasar.

“Seperti biasanya untuk memberikan efek jera, pelanggar diberikan sanksi berupa push up ditempat,” ungkap Sayoga.

Sayoga menambahkan, tim yustisi terus bergerak siang dan malam untuk menertibkan warga yang mengabaikan protokol kesehatan.Warga diimbau untuk selalu menggunakan masker dengan benar, selalu mencuci tangan dan menghindari kerumunan atau menjaga jarak sosial.

“Masyarakat khususnya di pasar agar selalu mentaati protokol kesehatan. Mengingat kasus Covid19 di Kota Denpasar masih ditemukan walaupun telah mengalami penurunan.

Berdasarkan data Satgas Covid19 Kota Denpasar, jumlah kasus sembuh Covid19 pada Sabtu (23/10/2021) tercatat 13 orang. Meski demikian, kasus positif Covid19 bertambah 7 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 2 orang.

Secara komulatif, jumlah kasus positif Covid19 di Kota Denpasar tercatat 37.723 kasus. Dari jumlah itu, pasien yang sembuh mencapai angka 36.584 orang (96,98) persen). Sementara itu, pasien meninggal dunia sebanyak 993 orang (2,63 persen) dan pasien dalam perawatan sebanyak 146 orang (0,39 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, Dewa Gede Rai mengingatkan masyarakat agar tidak kendor dalam penerapan Prokes Covid19. Karena meski telah melandai, namun antisipasi varian baru Covid19 masih bisa terjadi jika masyarakat lalai.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama. Tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan. Karena jika lengah dan abai dengan prokes, tidak menutup kemungkinan kasus Covid sewaktu-waktu bisa kembali meningkat. Sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat,” ujar Dewa Rai.

Penulis/Editor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya