oleh

Wagub Bali Akui Meningkatnya Wistawan Domestik Dongkrak Ekonomi Pariwisata Bali

Denpasar, Lintasnusanews.com – Ekonomi Pulau Dewata Bali yang bertumpu pada pariwisata, terpuruk selama pandemi Covid19 hingga minus pada kuartal ketiga tahun 2021. Namun kunjungan wisatawan domestik pada liburan Natal 2021 dan Tahun Baru 2021 diharapkan menjadi tonggak pulihnya pariwisata Bali.

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku, saat ini okupansi hotel di kawasan wisata Nusa Dua dalam beberapa hari terakhir terisi hingga 50 persen. Hal ini disampaikan pria yang akran disapa Cok Ace ini dalam dialog yang diselenggarakan oleh KPCPEN dengan tema Optimisme Kebangkitan Pariwisata Indonesia 2022, secara daring pada Rabu (22/12/2021).

Menurut Cok Ace, kalaupun ada hotel yang akupansinya di atas 80 persen, itu disebabkan karena adanya sejumlah event tertentu di hotel tersebut. Bila dibandingkan dengan jumlah kamar di seluruh Bali yang kurang lebih 150.000 kamar, okupansi rata-ratanya masih di bawah 6 persen.

Wagub Bali mengaku, saat ini baik pemerintah, pengusaha maupun masyarakat sangat optimis pada tahun 2022 , mendatang. Disampaikan juga, bahwa pariwisata Bali bisa bangkit dan grafik pertumbuhan ekonomi bisa bergerak kearah yang positif.

Keyakinan tersebut didasari pada sejumlah aspek yakni tingkat vaksinasi masyarakat Bali yang sangat tinggi bahkan lebih dari 100%. Penerapan Protokol Kesehatan dengan sertifikat CHSE juga secara ketat diterapkan oleh industri pariwisata.

Event Internasional 2022 Mendatang Diharapkan Pulihkan Ekonomi Pariwisata Bali

Selain itu, masyarakat juga mulai terbiasa dalam penerapan protokol kesehatan. Aspek lainnya, banyak event internasional pada tahun 2022 digelar di Bali termasuk G20 yang dihadiri oleh beberapa negara.

Aspek ini diyakini Cok Ace, dapat menjadi ajang promosi dan meyakinkan masyarakat internasional bahwa Bali sangat siap membuka Pariwisata Internasional. Selain itu, aspek survey yang dilakukan di Eropa bahwa lebih dari 50% masyarakat eropa masih ingin berkunjung ke Bali.

Namun diakui Cok Ace, sejumlah kendala yang dihadapi diantaranya ketatnya peraturan bagi wisatawan untuk masuk ke Bali. Selain itu, kondisi pandemi Covid19 di Negara asal wisatawan masih fluktuatif.

Oleh karena itu, dengan pergerakan wisatawan domestik saat ini, para pelaku pariwisata harus dapat meyakinkan wisatawan domestik terkait penerapan protokol kesehatan di Bali. Hal tersebut juga sebagai bagian persiapan dalam menghadapi kedatangan wisatawan asing kedepannya.

“Saya sangat berharap kita semua menyadari dalam membangun ekonomi Bali bangkit kembali. Perlu kerjasama semua pihak untuk bahu membahu dalam membangkitkan perekonomian Bali,” ungkap mantan Bupati Gianyar ini. (rls/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya