oleh

Wujud Toleransi, Umat Katolik dan Muslim Flores Timur NTT Rayakan Natal dan Tahun Baru Bersama

Larantuka, Lintasnusanews.com – Toleransi antar umat beragama di Flores Timur NTT telah terpupuk sejak lama dalam setiap perayaan hari raya keagamaan. Dalam setiap kesempatan, umat Katolik dan Muslim di ujung timur Pulau Flores ini, selalu saling membantu.

Tradisi ini juga terjadi pada perayaan Hari Natal dan Tahun Baru 2022 yang terlihat di Kecamatan Wulanggitang, pada Jumat (07/01/2021). Seorang umat Muslim yang purna bakti di Kantor Camat Wulanggitang pun terlibat membawa persembahan saat perayaan Ekaristi.

Sekretaris Camat Wulanggitang, Karolus Kelemur mengatakan, kehadiran umat lain dalam perayaan ini membawa nilai positif. Karena wilayah kecamatan ini dihuni umat beberapa agama.

“Kita hidup berbudaya. Kehadiran beliau kemarin memang sangat bernilai positif. Kebetulan beliau juga salah satu purna bakti dan ikut membawa persembahan,” ujar Karolus saat dihubungi pertelepon, Sabtu (08/01/2021).

Oleh karena itu, umat diminta Sekcam untuk memaknai Natal dan Tahun Baru sebagai momentum yang mempersatukan perbedaan. Selain itu, momentum menjaga keharmonisan demi memupuk nilai persaudaraan kendati berbeda keyakinan sekalipun.

“Kita harapkan harus tetap jaga silahturahmi antar masyarakat maupun umat di Wulanggitang. Sehingga kita dapat hidup nyaman dan damai,” ujarnya.

Sementara Pastor Micky Bani, SVD yang memimpin perayaan misa dalam kotbahnya mengisahkan pengabdian tanpa batas. Umat Katolik diminta meneladani Yesus Kristus sebagai spirit pelayanan tanpa mengenal perbedaan.

“Orang kusta memberikan kepercayaan kepada Yesus kristus untuk memperoleh kesembuhan. Yesus mengambil tanggung jawab itu dengan tulus dan rela. Yesus mendayakan kuasanya untuk meyembuhkan orang kusta. Sama halnya bapak, ibu dan kita sekalian. Ketika diberi kepercayaan, harus mengabdi demi perubahan masyarakat,” ungkap Pastor Micky.

Sebagai informasi, toleransi antar umat beragama pun selalu saat perayaan hari raya keagamaan lainnya di Kabupaten Flores Timur. Seperti misalnya saat perayaan Paskah, umat Muslim dan Krsiten selalu terlibat menjadi petugas keamanan saat prosesi Jumat Agung yang dikenal dengan Semana Santa. (pkl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya