oleh

Kadis Perkebunan Flores Timur Tegaskan, Masalah Penyanderaan Pupuk Sudah Diselesaikan

Larantuka, Lintasnusanews.com – Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Kabupaten Flores Timur NTT, Sebas Sina Kleden menegaskan, persoalan penyanderaan truk yang mendroping pupuk kelor sudah diselesaikan. Namun untuk pembayaran bibit kelor petani, akan dilakukan setelah pelelangan tahun anggaran 2022.

“Saya menelpon ke kelompok tani dan mengatakan bahwa jangan begitu karena proses (pelelangan bibit kelor) itu belum selesai. Sehingga itu tidak terjadi (penyanderaan). Hanya ada ancaman-ancaman begitu. Sehingga kemudian pupuk itu diserahkan ke kelompok-kelompok tani dan selesai. Truk-truk itu juga pulang dengan aman. Hanya laporan (polisi) sudah terjadi sehingga saya klarifikasi ke polisi,” tutur Sebas saat dihubungi Lintasnusanews.com, Sabtu (15/01/2022).

Kadis menuturkan, pendropingan pupuk dilakukan rekanan yang menang lelang tahun 2021 dan menggunakan jasa ekspedisi. Namun karena sempat diprotes warga dan berujung pelaporan ke Polres Flores Timur, sehingga beredar informasi melalui laporan polisi.

“Memang pada hari itu, ada kegiatan proses pendropingan pupuk. Truk yang mengantarkan itu, jasa ekspedisi yang digunakan. Hubungannya dengan pengembangan kelor itu. Kemudian ada protes dari warga itu dan pihak ekspedisi melapor ke polisi. Pihak kepolisian klarifikasi ke saya dan saya jelaskan bahwa saya dikontak oleh staf saya yang mendampingi pendropingan itu bahwa masyarakat di situ uring-uringan,” jelasnya.

Kadis mengaku, keterlambatan pembayaran bibit kelor yang disiapkan masyarakat karena gagal lelang di Kementerian Pertanian. Namun sudah ada niat baik dari Dirjen Perkebunan untuk pelelangan ulang tahun anggaran 2022.

“Itu karena terjadi gagal lelang di Kementerian Pertanian. Kita di kabupaten ini hanya user. Karena gagal lelang sehingga itu tertunda. Dirjen juga merencanakan mengalokasikan untuk tahun 2022 bulan Januari ini. Kita juga diundang ke provinsi rapat kembali tentang proses kelangsungan daripada kegiatan ini. Jadi ada niat baik dari Kementerian Pertanian, supaya ini terus dilanjutkan dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan penyandaeraan 5 truk yang mengangkut 125 ton pupuk kelor oleh petani Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat, Flores Timur karena kesal bibit belum dibayar. (boy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya