oleh

Kejari Denpasar Musnahkan Barang Bukti Hasil Penanganan Perkara

Denpasar, Lintasnusanews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar memusnahkan berbagai barang bukti hasil penanganan perkara selama tahun 2020-2021. Barang bukti tersebut berupa, narkoba, senjata api, senjata tajam, minuman keras, handphone, bong (alat isap sabu) hingga timbangan elektrik.

“Pemusnahan dilakukan setelah perkara tersebut mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht. Dalam kurun waktu bulan Januari 2020 hingga bulan Desember 2021,” ucap Kejari Denpasar, Yuliana Sagala, Rabu (19/01/2022).

Kejari Denpasar menjelaskan, berbagai barang bukti yang dimusnahkan merupakan barang bukti perkara tindak pidana umum maupun tindak pidana khusus.

Ia merinci, barang bukti perkara yang telah inkracht yakni 812 perkara narkotika, perkara orang, harta dan benda (Oharda) 90 perkara. Sementara kasus keamanan negara dan ketertiban umum (Kamnentibum) 81 perkara dan kepabeanan 1 perkara.

“Pemusnahan barang bukti narkoba dan sebagainya dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan. Serta tidak dapat dipergunakan kembali,” jelasnya.

Adapun narkotika yang dimusnahkan berupa sabu seberat 14 kilogram, ekstasi 1.327 butir, ganja 98,25 kilogram. Selain itu, pil koplo 86 ribu butir, hasis 1 kilogram, heroin 24,77 gram, kokain 37,68 gram.

Senjata api 6 pucuk, amunisi 39 butir, 60 buah senjata tajam, 5.788 botol minuman keras, 12 jirigen alkohol, 153 lembar pita cukai palsu dan 410 buah handphone.

Narkotika dimusnahkan dengan cara dibakar di alat incenerator milik BNN Provinsi Bali. Barang bukti seperti handphone, senjata api dan senjata tajam dipotong dengan alat, sementara barang bukti lain dibakar. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya