oleh

Diduga Aniaya Warga, Polisi Militer Periksa Anggota TNI Kodim Sikka

Maumere, Lintasnusanews.com – Polisi Militer Subdenpom IX-I Ende Flores, memeriksa seorang anggota TNI Kodim 1603 Sikka NTT, menyusul peristiwa dugaan penganiayaan warga di Nangahale Rabu (19/01/2022) lalu. Pemeriksaan oknum bernama Sertu Portasius dilakukan di ruangan staf intel Makodim Sikka pada Kamis (20/01/2022).

Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Muhammad Jafar menegaskan, kasus ini akan proses secara hukum militer meski para pihak telah berdamai.

“Walaupun sudah berdamai, tetapi tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, ujar Jafar.

Jafar menjelaskan, Oknum anggota TNI AD terdugan pelaku merupakan Babinsa Koramil 1603-02 /Talibura Kodim 1603 Sikka. Selain pemeriksaan terhadap pelaku, pemeriksaan dan penyidikan juga dilakukan terhadap Korban Yosep Avelius dan para saksi.

Menurut Jafar, dugaan pemukulan diduga dilakukan oleh Sertu Portasius  terjadi di lokasi pemasangan pilar (pembatas) tanah eks HGU Nangahale.

“Pemeriksaan ini dilakukan selain kepada pelaku juga korban dan sejumlah saksi. Dimintai keterangan terkait peristiwa pemukulan di lokasi saat pemasangan pilar pembatas tanah eks HGU,” tuturnya.

Sebelum proses pemeriksaan dan penyidikan, korban Yoseph Avelinus didamping anggota Subdenpom IX1- 1 Ende dibawa ke RSUD TC. Hillers Maumere untuk visum.

“Anggota Subdenpom IX I-1 Ende dalam proses pemeriksaan juga membawa korban kerumah sakit untuk dilakukan visum. Kemudian dibawa kembali ke Kodim 1603 Sikka untuk melakukan pemeriksaan lanjutan di ruangan intel kodim,” jelasnya.

Jafar meminta media untuk menyampaikan kepada masyarakat Sikka, bahwa kasus pemukulan warga oleh anggota TNI itu tetap diproses secara hukum.

“Kami minta kepada rekan-rekan media untuk disampaikan kepada masyarakat. Bahwa kasus ini akan segera ditindaklanjuti sampai ke Pengadilan Militer,” harapnya.

Dandim menambahkan, demi kelancaran proses penyidikan, Sertu Portasisu ditahan di Makodim Sikka. Menurutnya, setelah proses penyidikan perkara selesai oleh anggota Denpom, selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer disidangkan secara militer. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya