oleh

Khawatir Hubungan Keluarga Renggang, Jaksa Hentikan Kasus Pencurian di Buleleng

Buleleng, Lintasnusanews.com – Proses hukum terhadap Putu Andika Wahyu Indra Permana, tersangka pencurian di Buleleng Bali sesusai Pasal 362 jo. Pasal 367 Ayat (2) KUHP jo. Pasal 65 Ayat (1) KUHP dihentikan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Fadil Zumhana menyetujui permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif perkara tindak pidana tersebut.

Kajari Buleleng I Putu Gede Astawa menerangkan, kasus ini bermula ketika tersangka yang merupakan cucu kandung dari korban bernama Nyoman Puspanda mengambil 1 buah kompresor milik korban yang disimpan di gudang pada Oktober 2021.

Di bulan yang sama, tersangka kembali mengambil 1 unit TV LED merk Polytron 32 inc yang terpasang di kamar korban. Selanjutnya bulan November 2021, tersangka juga mengambil 1 unit TV Tabung merk Toshiba 29 inc yang berada di ruang tamu rumah korban. Akibatnya, korban mengalami kerugian sebesar Rp9 juta.

“Setelah mengambil, tersangka menjualnya. Hasil penjualan barang-barang tersebut digunakan tersangka untuk keperluan pribadi,” kata Kajari Buleleng, Senin (24/01/2022).

Dijelaskan, adapun alasan pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain; tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Pasal yang disangkakan tindak pidananya diancam pidana tidak lebih dari 5 tahun; tersangka. Dan korban memiliki hubungan keluarga antara cucu dan kakek kandung;

Telah ada kesepakatan perdamaian antara tersangka dengan korban pada tanggal 29 Desember 2021 dan tanggal 18 Januari 2022, setelah perkara ditangani oleh Kejari Buleleng (setelah Tahap II).

Kemudian, terhadap barang bukti sudah dilakukan penyitaan sehingga dapat dikembalikan kepada korban dan keadaan dapat dipulihkan kembali seperti semula.

“Apabila perkara ini dilanjutkan dikhawatirkan akan mengakibatkan hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban menjadi renggang,” jelasnya.

Setelah proses selesai, tersangka akan tinggal bersama pamannya di Denpasar. Agar tersangka tidak kembali ke pergaulan yang sama sehingga tidak mengulangi lagi perbuatannya.

Jaksa Agung Muda Apresiasi Kejari Buleleng Selesaikan Kasus Pencurian

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng beserta jajarannya menyelesaikan kasus pencurian. Karena proses penyelesaian perkara melalui restorative justice yang menunjukkan ketajaman hati nurani seorang jaksa.

Karena tidak mudah untuk membangun dan meyakinkan masyarakat. Jaksa tidak hanya terikat pada aturan dan tidak mudah melaksanakan restorative justice tanpa didorong fasilitator Kasi Pidum dan Kajari.

Kepala Kejaksaan Negeri Buleleng selanjutnya akan menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum, berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Sebelum diberikan SKP2, tersangka telah dilakukan perdamaian oleh Kepala Kejaksaan Negeri tersebut baik terhadap korban, keluarga korban, yang disaksikan oleh tokoh masyarakat maupun dari penyidik kepolisian. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya