oleh

Kontraktor Trafo Listrik RSUD TC Hillers Maumere NTT, Kembalikan Uang Kerugian Negara

Maumere, Lintasnusanews.com – Kontraktor pengadaan trafo listrik di IGD RSUD TC Hillers Maumere, PT Catur Area Tekhnologi, mengembalikan uang kerugian negara senilai Rp815 juta lebih. Uang tersebut diserahkan melalui komisarisnya berinisial ESS di Kejaksaan Negeri Sikka NTT, Kamis (27/01/2022).

“Hari ini PT Catur Area Tekhnologi mengembalikan uang kerugian negara. Diserahkan langsung leh komisarinya kepada pihak kekejaksaan,” ungkap Kajari Sikka, Fahmi di Maumere.

Fahmi enggan menjelaskan cara pengembalian uang kerugian negara tersebut, melalui transfer atau diantar langsung oleh kontraktor. Menurutnya, pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp 815.300.500.

Dana tersebut merupakan hasil dugaan korupsi pengadaan trafo listrik di IGD RSUD TC Hillers Maumere yang telah menyeret sejumlah tersangka.

“Setelah perkara trafo ini disidang dan diputuskan, ini akan kita setorkan ke kas negara,” ujarnya.

Fahmi mengaku, kasus ini masih dalam tahap pemberkasan dan segera dilimpahkan ketingkat berikutnya.

Tiga Orang Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Trafo Listrik

Sementara Kasipidsus Kejari Sikka, Nurbadi Yunarko menjelaskan, dalam penanganan tindak pidana khusus seperti koruspi, kejaksaan tidak hanya memenjarakan orang. Namun juga berupaya agar para tersangka mengembalikan kerugian negara.

“Dalam penegakan hukum tidak hanya untuk memenjarakan orang. Tetapi ada efek langsung yakni pemasukan ke kas negara. Dan ini menjadi pertimbangan khusus untuk penanganan perkara karena pelakunya beritikad baik,” jelas Nurbadi.

Selanjutnya Kasi Intel Kejari Sikka, Ridha Nurul Ihsan menguraikan, kasus dugaan korupsi pengadaan trafo listrik tersebut, merugikan negara senilai Rp890 juta lebih.  Dari jumlah ini, Rp75 juta dikembalikan melalui kas daerah yang dicicil sebanyak 3 kali.

“Kasus korupsi pengadaan trafo di RSUD TC Hillers Maumere senilai Rp 890 juta sudah dikembalikan semuanya. Awalnya dikembalikan 75 juta yang dicicil sebanyak 3 kali. Dan hari ini dikembalikan sisanya. Sehingga totalnya menjadi Rp 815.300.500,” urainya.

Dalam kasus dugaan korupsi pengadaan trafo listrik, sebelumnya Kejari Sikka telah menetapkan 3 orang tersangka yakni kontraktor pelaksana berinisial BS, PPK proyek, AD dan seorang penghubung berinisial PL.

“BS, AD dan PL sudah diproses hukum. Permasalahannya siapa yang menjadi beban tanggungjawab dalam pembagian menikmati keuangan negara yang akan kami buktikan di persidangan. Karena itu, nanti pendalamannya akan dilakukan oleh hakim. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya