oleh

11.169 Akomodasi Tersewa dan 15 Ribu Tiket Terjual Jelang MotoGP Mandalika 2022

Lombok, Lintasnusanews.com – Jelang pelaksanaan MotoGP Indonesia 2022 yang akan berlangsung 18-20 Maret mendatang di Sirkuit Internasional Mandalika, tercatat 11.169 akomodasi telah disewa dan 15 ribu tiket telah terjual. Perhelatan internasional ini diprediksikan membangkitkan kembali Pariwisata Nusa Tenggara Barat.

“MotoGP 2022 merupakan perhelatan internasional yang menjadi kebanggaan Indonesia. Beberapa pemberitaan terkait penjualan tiket MotoGP yang rendah, itu tidak benar. Antusias masyarakat dan wisatawan terbukti sangat tinggi. Hal ini ditandai juga dengan tingkat reservasi dan booking akomodasi di kawasan Lombok yang meningkat pesat,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Helson Siagian, Kamis (10/03/2022).

Laporan pihak Dinas Pariwisata NTB kepada tim KSP, dari 17.833 total akomodasi yang tersedia, sebanyak 11.169 akomodasi atau 62 persen-nya telah tersewa. Bahkan dalam rentang tanggal 4 hingga 7 Maret, sebanyak 547 akomodasi telah dipesan.

Akomodasi ini tidak hanya berlokasi di Mandalika dan Mataram saja, namun tersebar di Sembalun, Jerowaru, Gili, dan Tete Batu.

Sementara dari segi transportasi, sudah tercatat lebih dari 15.000 tiket perjalanan udara menuju Bandara Lombok yang direservasi dari rentang waktu 12 Maret hingga 20 Maret 2022.

Selanjutnya data Kemenparekraf, sebanyak 60 ribu tiket MotoGP Mandalika pada hari ketiga atau pada hari perlombaan sudah terjual habis. Pihak penyelenggara pun berencana akan menambah 1.000 tiket lagi.

Helson juga mengatakan, ajakan menonton MotoGP tidak hanya ditujukan kepada pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) saja. Namun juga kepada seluruh lapisan masyarakat terutama warga NTB. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah dan pihak penyelenggara telah menyediakan sepuluh ribu tiket MotoGP. Diskon hingga 70% khusus untuk warga yang memiliki KTP NTB.

“Sebagai tuan rumah MotoGP, warga NTB diharapkan turut memeriahkan perhelatan yang berlokasi di halaman rumah mereka sendiri. Ini adalah terobosan agar masyarakat tidak hanya terlibat dalam proses pembangunan sirkuit Mandalika. Namun dapat ikut menikmati ajang balapan bergengsi ini,” pungkas Helson. (rls/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya