oleh

Edarkan Sabu, Pasutri Dituntut 9,5 Tahun Penjara

Denpasar, Lintasnusanews.com – Pasangan suami istri (pasutri) bernama Rommy Agustama (25) dan Putri Apriliyanti (21) yang menjadi terdakwa dalam perkara narkotika dituntut 9 tahun dan 6 bulan (9,5 tahun) penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dina K Sitepu menyatakan, perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap kedua terdakwa dengan pidana masing-masing selama 9 tahun dan 6 bulan penjara, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, serta pidana denda masing-masing sebesar Rp800 juta subsider enam bulan penjara,” ucap jaksa dalam sidang, Kamis (17/3/2022).

Terhadap tuntutan jaksa, kedua terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Posbakum Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis dalam sidang selanjutnya.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa menerangkan, kasus ini bermula ketika pasutri muda ini mengambil paket sabu di pintu masuk Perum Udayana Batubulan atas perintah Roy (DPO), Rabu (29/9/2021) sekitar pukul 16.00 Wita.

Setelah diambil, sabu tersebut oleh keduanya dibawa ke kos di Jalan Juwet Sari, Gang Liligundi, Desa Pemogan, Denpasar Selatan dan menyimpannya sembari menunggu perintah dari Roy.

Malam harinya, Roy menelpon Putri dan meminta kedua terdakwa memecah paket sabu seberat 10 gram itu menjadi beberapa paket.

Kemudian, Kamis (30/9/2022) sore, keduanya mendapat perintah dari Roy untuk menempel sabu di daerah Kerobokan dan Canggu, Kuta Utara, Badung.

Rupanya aksi keduanya tercium polisi. Keduanya kemudian ditangkap petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polresta Denpasar saat berada di kamar kosnya d Jumat (1/10/2021) sekitar pukul 21.30 Wita.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan puluhan paket sabu seberat 42,46 gram.

“Para terdakwa mengakui bahwa barang bukti tersebut milik Roy. Para terdakwa bekerja sebagai perantara dalam jual beli sabu/tukang tempel dan menerima upah Rp50 ribu sekali menempel,” tutur jaksa. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya