oleh

Bupati Sikka Tetapkan Status KLB Penyakit Rabies

Maumere, LNN –  Setelah penyakit anjing gila atau Rabies menyerang 22 warga Kecamatan Waiete Kabupaten Sikka, NTT, Bupati Sikka, NTT, Roberto Diogo  Idong menyatakan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies di Kabupaten Sikka.

Pemerintah Kabupaten Sikka menjadwalkan vaksinasi dan mengeliminasi  semua anjing milik warga masyarakat setempat. Hal ini disampaikan Bupati melalui Kepala Dinas Pertanian, Hengki Saly saat rapat bersama para Camat di Maumere.

“Stok VAR mamsih ada namun tidak mencukupi sehingga harus membelinya lagi di Jakarta. Dengan adanya rabies yang mewabah di kabupaten Sikka dan stok vaksin yang terbatas, dinas pertanian mendapatkan dana senilai Rp 500 juta untuk membeli vaksi di  Jakarta.”ungkap Hengki, Selasa (16/7) di Maumere.

Saat ini stok  vaksin yang tersedia dibidang kesehatan hewan sebanyak 6000 dosis.  Stok ini belum mencukupi untuk melakukan vaksin darurat  pada  9 kecamatan yang rawan Rabies dengan populasi  mencapai 52.000.

Pasca penetapan KLB, Dinas  Pertanian mendapatkan  dana senilai Rp 500 juta untuk pengadaan vaksin.

Hengki mengaku sedang memperjuangkan bantuan vaksin 25.000 dosis, melalui anggaran APBN. Karena itu Pemda Sikka akan berkoordinasi dengan dinas pertanian propinsi NTT, agar mendapatkan bantuan vaksin tersebut.

“Saya akan berkoordinasi denga Dinas Pertanian Propinsi, untuk mendapatkan vaksi dan segera dikirim ke Maumere.”ujar Hengki.

Pemda Sikka mengagendakan, vaksinasi dan eliminasi akan dilakukan selama 14 hari dimulai Kamis (18/07/2019) hingga Minggu (04/08/2019). Demi kelancaran vaksinasi terhadap anjing, dinas kesehatan akan menurunkan petugas vaksin sebanyak 50 orang.

Berdasarkan data Dinas Pertanian setempat, sejak bulan Mei hingga saat ini, telah terjadi 775 kasus gigitan HPR yang didominasi oleh Anjing.

“Hingga saat ini sejak Mei 2019 telah terjadi 775 kasus gigitan anjing yang terinveksi virus rabies dan dua diantaranya meninggal dunia,”ujar Hengki.

Menurut Hengki, Dinas Pertanian telah mengirim sebanyak 45 spesimen otak anjing ke Balai Besar Veteriner di Denpasar Bali, Dari jumlah tersebut, 41 spesimen terdeteksi dan 23  diantaranya positif rabies.

“Kecamatan Waigete merupakan yang tertinggi hingga mencapai 9 spesimen  positif rabies. Selain kecamatan Waigete urutan yang berikutnya, Kecamatan Lela, Koting dan Kangae yang masing masingnya mencapai 3 spesimen positif. Urutan berikutnya Kecamatan Nita 2 spesimen, sedangkan kecamatan Doreng, Bola dan Kewapante masing-masingnya 1 spesimen.” pungkas Hengki. (Iqbal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya