oleh

Kapal Fery Milik PT. ASDP Jadi Transportasi Andalan Antar Pulau di NTT

Kupang, LNN – Sebagai propinsi kepulauan, masyarakat Nusa Tenggara Timur mengandalkan moda transportasi laut yang menghubungkan antar pulau. Salah satu jasa transportasi yang paling diminati masyarakat adalah kapal Fery milik PT. ASDP Kupang yang menghubungkan 3 pulau besar yakni; Pulau Timor, Pulau Flores, Pulau Sumba dan sejumlah pulau kecil lainnya seperti Pulau Rote, Pulau Alor dan Pulau Sabu.

Melayani kebutuhan masyarakat NTT, PT. ASDP Kupang mengoperasikan sejumlah kapal antar pulau setiap minggunya. Hal ini dikarenakan permintaan akan kebutuhan transportasi murah oleh kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Tidak hanya masyarakat umum, pada musim libur tiba, Kapal Fery milik PT. ASDP Kupang selalu padat dengan penumpang mahasiswa yang mudik ataupun balik ke Kota Kupang. Kondisi ini terkadang membuat antrean panjang di Pelabuhan Bolok, sehingga PT. ASDP Kupang selalu berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI setempat untuk membantu mengatur keamanan dan kenyamanan para penumpang.

Pantauan lintasnusanews.com pada Kamis (1807/2019) siang, antrean panjang kendaraan penumpang terjadi di Pelabuhan Bolok Kupang tujuan penyeberangan Kupang (Pulau Timor), Aimere, Ngada (Pulau Flores) dan Waingapu (Pulau Sumba). PT. ASDP Kupang setiap minggunya mengoperasikan Kapalnya Pergi – Pulang (PP) ke sejumlah Pulau yakni; KMP Inerie, KMP Ile Laba Lekan dan KMP Lakaan.

Manager Usaha PT. ASDP Kupang, Hermin Welkis yang ditemui di sela-sela kesibukannya mengatur keberangkatan kapal di Pelabuhan Bolok, Kupang, mengatakan, Animo masyarakat NTT akan jasa transportasi kapal Fery masih sangat tinggi.

“Ini menandakan semakin tingginya animo penumpang di NTT menggunakan jasa penyeberangan milik PT.ASDP Kupang. Meskipun, jalur penyeberangan baru terus dibuka seperti Kupang-Lewoleba-Adonara,” ujar Hermin Welkis, Kamis, 18/07/2019) siang.

Hermin menambahkan, demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang saat bepergian maupun pulang, pihaknya berkoordinasi dengan KP3 Laut Bolok, maupun unsur TNI setempat.,

Sementara Kepala Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Laut, Pelabuhan Bolok Kupang, Ipda Jesaya Reners mengatakan,pihaknya tetap siap siaga melakukan koordinasi dan penjagaan, baik di loket pembelian tiket hingga ke dalam kapal. Selain itu, pihaknya juga menggelar razai pada musim arus balik liburan untuk memeriksa barang bawaan penumpang.

“Tentunya, kami juga sangat senang dan berterima kasih kepada para penumpang yang sudah mengantri dengan tertib. Mari kita terus ciptakan budaya antrian yang tertib dan aman. Mohon maaf jikalau ada pelayanan yang kurang memuaskan dari pihak Kami,” ungkap Ipda Jesaya.

Sementara itu, sejumlah penumpang yang ditemui di dalam kapal Fery jurusan Kupang – Larantuka mengaku kecewa karena tidak kebagian tempat tidur.

“Kita sudah antrian panjang sejak pagi jam 09.00, lalu sudah beli tiket Rp.250.000 per sepeda motor, tapi tahu-tahu tidak dapat tempat saat tiba dalam fery. Ini rasanya kurang adil. Sehingga tolong diperhatikan pihak Manajemen PT. ASDP Kupang untuk berikan pelayanan yang baik kepada para penumpang saat didalam Fery,” ujar Alexander Samon, salah seorang penumpang tujuan Adonara.

Hal senada disampaikan beberapa penumpang lainnya yang memanfaatkan lorong dalam kapal sebagai tempat beristirahat. Namun pemandangan ini bukan hal baru dalam sejumlah jurusan kapal yang telah puluhan tahun melayani penyeberangan antar pulau di NTT ini. (Ola)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya