oleh

Pemerintah Indonesia dan PBB Tandatangani Kerjasama Pengamanan GPDRR ke-7 di Bali

Denpasar, Lintasnusanews.com – Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menandatangani perjanjian kerjasama pengamanan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 di Bali pada 23 – 28 Mei mendatang . Penandatanganan nota kesepahaman antara dua pihak ini digelar di Nusa Dua Bali, pada Rabu (27/04/2022).

Nota Kesepahaman tersebut memfokuskan pada kerjasama pengamanan. Nantinya mengatur peran TNI, Polri dan PBB, dalam hal ini United Nations Department for Safety and Security (UNDSS).

Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan, kerjasama ini merupakan kolaborasi bersama. Untuk menyukseskan pertemuan GPDRR ke-7 yang digelar di Bali pada 23 – 28 Mei 2022.

“Kolaborasi antar pihak, komitmen untuk bekerja sama sebagai tim terpadu dan solid akan menjadi kontribusi penting,” ujar Raditya.

Menurutnya, penandatanganan MoU ini sebagai landasan legal untuk menunjukkan komitmen bersama. Dalam menerjemahkan lebih detail operasi pengamanan bersama. Termasuk dalam mengantisipasi potensi bahaya keamanan maupun bencana alam.

Koordinator UNDSS untuk keamanan acara, Sassan Rahimi mengapresiasi dukungan selama ini dari Pemerintah Indonesia. Khususnya dalam bidang pengamanan yang dibutuhkan selama penyelenggaraan GPDRR nanti.

“Bagi UNDRR, penyelenggaraan GPDRR ini merupakan acara yang sangat penting untuk PBB. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah. Kami akan mendukung sepenuhnya kerjasama pengamanan. Untuk membangun dunia yang lebih baik dan juga acara GPDRR 2022 ini,” ujar Rahimi.

Sementara Panglima Kogabwilhan II, Marsekal Madya Imran Baidirus mengatakan, kolaborasi ini merupakan upaya bersama sebagai langkah pengurangan risiko bencana. Setiap pihak akan melakukan analisis risiko, merancang rencana operasi, mengidentifikasi sumber daya yang dibutuhkan. Serta memastikan semuanya tersedia sehingga potensi yang membahayakan dapat diantisipasi sejak dini.

“Pada dasarnya ini sudah kita disepakati bagaimana cara penanganan dan pengamanan nanti. Pelaksanaannya nanti oleh bapak pangdam dan juga bapak kapolda sebagai pengaman wilayah,” ujarnya. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya