oleh

Gunakan Energi Surya, Bandara Ngurah Rai Bali Hemat Listrik 25 Milyar Setahun

Denpasar, Lintasnusanews.com – Bandara internasional Ngurah Rai Bali menghemat biaya listrik sekitar Rp 25 milyar lebih setahun, setelah menggunakan teknologi energi surya. Penghematan energi ini, PT Angkasa Pura I Ngurah Rai berhasil meraih penghargaan subroto bidang efisiensi energi (PSBE) 2022.

Atas implementasi sistem manajemen energi tersebut, hingga Agustus 2022 Bandara Ngurah Rai mampu melakukan penghematan energi sebesar 21.130.628 kWh. Atau setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp 25.103.185.993 dengan asumsi biaya listrik Rp 1.188/kWh.

Selain itu, Bandara internasional Yogyakarta juga menggunakan energi surya. Penghematan penggunaan listrik di bandara Yogyakarta sebesar Rp 16,8 miliar setahun, dengan asumsi biaya listrik Rp1.065,78/kWh.

“Pencapaian yang berhasil diraih dua bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I tersebut merupakan penegasan dan wujud apresiasi. Atas komitmen perusahaan dalam mewujudkan misi memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan,” ungkap Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Faik Fahmi, Kamis (06/10/2022).

Penggunaan Energi Surya Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Menurut Fahmi, Bandara Bali mencatat penurunan emisi gas rumah kaca atau greenhouse gass sebesar 16.693 ton CO2e. Sementara Bandara Yogyakarta berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14.093 ton CO2e per tahun serta penghematan air hingga 53,01%.

Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian ESDM kepada stakeholder yang berhasil melaksanakan program efisiensi energi. Selain itu juga konservasi energi, dan penurunan emisi gas rumah kaca atau greenhouse gas.

“Dua bandara kami yang secara konsep dan dalam operasionalnya sangat memperhatikan aspek-aspek pelestarian lingkungan hidup, manajemen energi, dan manajemen sumber daya air. Kami merasa bangga dengan raihan ini. Serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi kami terhadap pelestarian lingkungan hidup,” ujarnya.

Fahmi menambahkan, dua bandara yang dikelola manajemen Angkasa Pura I ini akan menjadi percontohan KTT G20 yang digelar di Indonesia.

“Kedua bandara yang kami kelola tersebut juga kami jadikan percontohan dalam rangkaian KTT G20 Tahun 2022. Untuk Bandara internasional Yogyakarta, kami menampilkan dan mempromosikan perwujudan green airport kepada delegasi yang hadir dalam agenda energy transitions working group yang berlangsung pada akhir bulan Maret lalu.

Setelah meraih penghargaan ini, Angkasa Pura I selanjutnya mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN Energy Award dan Clean Energy Ministerial Leadership Award. ASEAN Energy Award juga merupakan kegiatan tahunan regional ASEAN yang diselenggarakan oleh ASEAN Center for Energy (ACE) dalam rangka mempromosikan pemanfaatan energi baru terbarukan. (boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya