oleh

Penutupan Bandara Gewayantana Larantuka Diperpanjang

Kupang, Lintasnusanews.com – Penutupan Bandara Gewayantana Larantuka akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur NTT diperpanjang. Penutupan ini berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) baru pada Rabu malam pukul 21.00 Wita dengan nomor C0060/24 NOTAMR C0059/24.

“Iya Gewayantana ada notam baru, C0060/24 NOTAMR C0059/24,” ungkap Humas Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Tyas Ayu Novitasari saaat dikonfirmasi Kamis (11/01/2024) pagi.

Tyas menegaskan, NOTAM baru hanya berlaku bagi Bandara Gewayantana Larantuka, sementara Bandara Frans Seda Maumere beroperasi normal. Pembaharuan NOTAM dikeluarkan Kementerian Perhubungan pada Rabu (10/01/2021) malam.

“Notam close aerodrome LKA due to Lewotobi Volcanic ASH. Notam semalam 10 Jan pukul 21.07 WITA
sampai dengan 11 Januari. Frans Seda normal,” jelas Tyas.

Baca juga: PVMBG Imbau Warga Waspadai Letusan Awan Panas Gunung Lewotobi Laki-laki

Penutupan itu dilakukan setelah melihat hasil monitoring rekomendasi PVMBG dan rapat koordinasi seluruh stakeholder bandara. Koordinasi itu berdasarkan data ASHTAM atau Notice to Airmen seri khusus dengan formst tertentu terkait perubahan status gunung api dan data Citra Satelit BMKG serta Pilot Report (PIREP).

Dampak penutupan Bandara Gewayantana mengakibatkan para penumpang pesawat yang hendak berangkat dari Kupang ke Larantuka dan sebaliknya dibatalkan. Pesawat yang beroperasi dari Kupang ke Kabupaten di ujung timur Pulau Flores itu maskapai Wings Air dengan penerbangan PP.

“Sampai jam ini ada 2 flight (penerbangan). Penerbangan Nomor IW1929 KOE-LKA 36 pax (penumpang) dan IW1928 LKA-KOE 61 pax. Total pax 97 pax (penumpang),” pungkas Tyas.

PVMBG Imbau Warga Waspadai Banjir Lahar Dingin Gunung Lewotobi Laki-laki

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan staus Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT naik dari level 3 siaga ke level 4 awas.

Penetapan status gunung tertulis dalam surat PVMBG No. 72.Lap/GL.03/BGV/2024 tertanggal 09 Januari. Keputusan itu berdasarkan pengamatan Pos Pemantau di Desa Pulolera, sejak erupsi pertama 23 Desember 2023 lalu.

PVMBG mengimbau warga maupun wisatawan tidak beraktvitas dalam radius 4 kilometer dari kawah gunung. Pantauan selama 1-9 Januari, menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik menunjukkan tinggi kolom erupsi maksimum 1.500 meter.

Akibat erupsi Gunung Lewotobi dan peningkatan status dari level 3 siang ke level 4 awas, jumlah penungsi saat ini mencapai 5464 orang. Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah dan radius 5 kilometer di areal barat laut utara.

“Aliran lahar mengalir di dua sungai di desa Nobo dan Desa Dulipali. Aliran lahar belum sampai ke pemukiman hanya dialiran sungai dan diperkebunan warga,” ungkap Kasubdit Timur PVMBG, Akhmad Basuki, Kamis (11/01/2024).

Basuki juga membantah isu yang beredar di masyarakat terkait meningkatnya status Gunung Lewotobi Perempuan. Ia juga menegaskan bahwa tidak adanya erupsi pada Lewotobi Perempuan.

“Itu isu tidak benar. Gunung Lewotobi Perempuan masih berstatus waspada. Dan saat ini belum menunjukkan adanya erupsi dari Gunung Lewotobi Perempuan,” tegasnya. (*)

Penulis/Editor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya