oleh

Pertumbuhan E-Comerce, Transaksi JNE Meningkat 30 Persen Pertahun

Jakarta, LNN – Transaksi digital memudahkan pelanggan jasa kurir Jalur Ekakurir Nugraha (JNE) dalam transaksi jual beli secara online. Pasca pertumbuhan e-comerce, JNE mengalami peningkatan sekitar 30 persen setiap tahunnya dan jumlah pengiriman paket rata-rata 20 juta paket per bulan.

“Transaksi digital yang terjadi dalam e-commerce, mendorong peningkatan jumlah kiriman JNE tiap tahun rata – rata sekitar 30%,” ungkap Head of Marketing Communicatin Division, Doedi Hadji Sapoetra, melalui surat elektroniknya, Selasa (17/09/2019) petang.

Baca juga: Inovasi Layanan JNE Dukung Gaya Hidup di Era Digital

Para pelanggan semakin dimudahkan, karena bermodalkan smartphone mereka bisa memesan produk terkini melalui internet tanpa menggunakan uang cash. JNE mengalami peningkatan pengiriman dari sebelum adanya e-comerce, dengan jumlah kiriman mencapai 20 juta paket setiap bulannya.

“Kemudahan pembayaran secara cashless dimana pun dengan via mobile device. Aman karena tidak perlu bawa uang cash dalam jumlah banyak. Dengan adanya berbagai program seperti cashback dan sebagainya yang sering diadakan maka, saat ini jumlah kiriman JNE rata-rata lebih dari 20 juta paket per bulan,” papar Doedi.

Produk yang mendominasi pengiriman kaum milenial umumnya produk fashion terkini, alat elektronik, accessories serta kuliner khas nusantara. Selain itu, para pelaku bisnis juga memilih JNE dalam mengirim dokumen penting.

“Produk fashion, elektronik, asesoris, makanan dan yang lainnya. Paket berupa parcel tersebut mendominasi dibanding dengan jenis paket dokumen seperti surat,” ujar Doedi.

Baca juga: Pesona JNE Tawarkan Oleh-oleh Nusantara

Kemudahan pelanggan JNE pun meningkat dari waktu ke waktu, karena selain pertumbuhan e-comerce, JNE juga melakukan inovasi layanan. Selain digital payment, JNE juga membuka akses bagi para pelaku UMKM dan IKM dalam memasarkan hasil produk kuliner maupun oleh-oleh melalui program Pesona JNE atau Pesan Oleh-oleh Nusantara melalui website pesonanusantara.co.id.

“Saat itu belum ada digital payment dan inovasi – inovasi yang dilakukan JNE pun belum seperti sekarang. Salah satu contohnya, ketika Facebook, IG, Shopee, Tokopedia, dan yang lainnya belum ada, masyarakat berbelanja atau berjualan online. Peningkatan jumlah kiriman JNE terjadi sejak tahun 2010 ketika e-commerce mulai tumbuh di Indonesia,” jelas Doedi.

Selain berbagai fasilitas untuk seluruh pelanggan, JNE pun memiliki berbagai strategi agar dapat terus memberikan pelayanan prima di momen tertentu dimana jumlah pengiriman meningkat secara signifikan. Saat peak season seperti momen Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru, serta Harbolnas mau pun Mobile Shopping Day setiap tahun, JNE melakukan berbagai langkah-langkah strategis yaitu menambah armada serta booking Surat Muatan Udara di seluruh maskapai penerbangan. (Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya