oleh

Ubiqu Sinyalku, Cara Baru Jualan Internet di Daerah Pelosok

Ambon, Lintasnusanews.com – Perkembangan teknologi dewasa ini banyak menawarkan alternatif bagi masyarakat di daerah tertinggal, terutama kebutuhan masyarakat akan akses internet. Ubiqu Sinyalku menjadi salah satu pilihan layanan internet melalui koneksi wifi menggunakan layanan satelit broadband Ubiqu yang diluncurkan PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang siap menebarkan Internet dari langit dengan akses yang lebih cepat tanpa mengenal kendala topografi wilayah baik pedesaan, pegunungan, kepulauan maupun kawasan perkotaan.

“Ubiqu Sinyalku diluncurkan karena melihat potensi besar dalam wirausaha daerah maupun UKM daerah untuk terus berkembang. Ini juga dapat membantu pemerintah dalam pemerataan internet di daerah pelosok serta mendorong UKM untuk Go Online di 2019” ungkap Direktur Niaga PSN, Agus Budi Tjahjono, di Ambon Selasa (11/02/2020) petang.

Agus menjelaskan, Ubiqu Sinyalku merupakan bagian pelayanan Ubiqu yang dapat digunakan untuk siapa saja yang ingin membuka usaha wifi internet baik secara perorangan, sebagai pemilik warung atau kedai, atau bahkan tempat usaha, kantor desa, badan usaha milik desa (Bumdes), dan yang lainnya.

“Antusiasme masyarakat untuk mendapatkan akses internet sekaligus membuka usaha dari internet tersebut semakin banyak dan meluas. Saat ini, sekitar 1.643 orang sudah menjadi wirausaha daerah internet satelit berkat produk Ubiqu Sinyalku. Dampak yang dihasilkan cukup besar, bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya,” ujar Agus.

Salah satunya dinikmati oleh Ruki (45) yang mendapatkan penghasilan mencapai lebih dari Rp.30 juta per bulan, hanya dengan menjalankan usaha dari rumahnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ruki membuka usaha penjualan voucher internet satelit Ubiqu Sinyalku.

Ubiqu memang khusus ditujukan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk dapat menjadi wirausaha daerah dengan memperoleh sumber penghasilan melalui koneksi internet.

Awalnya, Ruki mengetahui produk PSN ini ketika seorang kawannya menggunakan Ubiqu Sinyalku untuk kecamatan setempat. Ketika menyadari banyak warga yang telah memahami manfaat dari internet namun terkendala karena akses internet yang terbatas dan belum merata, Ruki pun melihat suatu kesempatan untuk berwirausaha dengan menjual wifi mulai dari rumahnya.

“Masyarakat sini sudah sangat berpendidikan dan paham sekali pentingnya internet. Karena itu, saya mulai berjualan wifi di rumah. Dengan modal sedikit, untungnya bisa selangit,” ujar Ruki.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil dari SE2016-lanjutan, usaha mikro kecil mencapai lebih dari 26 juta usaha atau 98,68% dari total usaha nonpertanian di Indonesia dan sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8% dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta orang.

Sementata General Manager Marketing PSN Meidiyanto Andwiputro mengatakan, Ubiqu Sinyalku dirancang untuk memberikan kesempatan kepada wirausaha daerah dalam membuka usaha akses wifi. Masyarakat daerah 3T, khususnya untuk para pelajar, dapat mendapatkan informasi untuk sarana penunjang pendidikan mereka, karena nominal voucher yang terjangkau dan jenis voucher pada Sinyalku dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Dimulai dari nominal harga Rp 3.500 hingga Rp 550.000 dengan masa aktif 1-30 hari.

“Produk Ubiqu Sinyalku memiliki fitur yang memudahkan wirausaha daerah karena sudah dilengkapi dengan sistem billing terintegrasi, perangkat wifi outdoor, dan materi promosi untuk membantu meningkatkan penjualan,” ujarnya.

Ubiqu Sinyalku juga tidak biaya langganan bulanan. Kecepatan internet hingga 5 Mbps, serta keuntungan dari penjualan voucher mulai dari 20 % atau lebih.

Meidiyanto menjelaskan, aplikasi ini dapat diunduh melalui sistem Android di ponsel pintar. Hal ini semakin memudahkan para operator penjualan untuk melakukan pengisian ulang atau top up dan langsung menjual voucher wifi internet melalui aplikasi tersebut.

“Ini mudah sekali. Di aplikasi yang ada di Android, sistem pembayaran atau billing system sudah tersedia sehingga memudahkan operator untuk menjual voucher. Kemudian, operator penjualan pun akan mendapatkan keuntungan dari setiap penjualan voucher tersebut,” jelasnya secara rinci.

Proses penjualan Ubiqu Sinyalku bagi masyarakat yang ingin menjualnya terbilang mudah, dengan mengikuti langkah yakni pasang perangkat, mempromosikan ke daerah sekitar, menjual voucher wifi internet, dan kemudian keuntungan akan datang.

“Kami memudahkan masyarakat dengan Ubiqu Sinyalku yang dapat digunakan dan dipasang di mana pun mereka berada, sehingga proses berwirausaha bisa di mana saja ketika masyarakat membutuhkannya. Yang terpenting, kami ingin mengajak masyarakat untuk turut berperan serta dalam mengurangi digital gap di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah 3T,” tutup Agus.

Ubiqu Sinyalku menggunakan satelit sehingga dapat dipasang di mana saja di seluruh Indonesia baik di kota, di desa, daerah pegunungan, kepulauan bahkan dapat melayani hingga ke daerah pelosok atau remote area yang tidak ada jaringan komunikasi terrestrial seperti radio, GSM, kabel, atau fiber optik.

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sebagai penyedia produk Ubiqu Sinyalku, bergerak dalam sektor bisnis telekomunikasi dan informasi berbasis satelit serta menyediakan berbagai solusi telekomunikasi dan multimedia. Berawal dari asal mula yang sederhana sebagai penyedia jasa sewa transponder satelit, PSN telah tumbuh menjadi penyedia telekomunikasi satelit yang paripurna.

PSN menyediakan layanan komunikasi data melalui satelit untuk industri selular, perbankan, perkebunan dan lain-lain melalui teknologi VSAT atau SCPC. PSN merupakan perusahaan satelit swasta pertama dan satu dari 5 operator satelit di Indonesia. PSN juga mempelopori inovasi memperpanjang usia satelit, operasi Inclined Orbit Satellite, Tracking Antenna System dan Mobile VSAT (MVSAT) dengan sistem antena VSAT mobile pertama dengan teknologi auto-pointing yang dibuat oleh Indonesia. (Erfan/Boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya