oleh

Ruas Jalan Wolonbetan Borablupur Memprihatinkan, Warga Swadaya Gotong-royong Buka Jalan

Maumere, Lintasnusanews.com – Warga Desa Persiapan Borablupur Kecamatan Bola Kabupaten Sikka NTT, gotong-royong membangun ruas jalan Wolonbetan – Borablupur dengan swadaya masyarakat. Pemerintah desa mengaku, meski Indonesia merdeka telah 76 tahun, namun selama ini akses masyarakat kedua desa hanya melalui jalan pintas.

Penjabat Desa Borablupur, Nolastus saat ditemui pada Sabtu (21/08/2021) menuturkan, dirinya ditunjuk mengurus desa persiapan ini sejak tahun 2017 lalu. Karena prihatin melihat sulitnya akses jalan, dirinya berinisiatif mengajak warga untuk membuka jalan yang layak dan disemenisasi dengan dana swadaya.

“Dari dulu ruas jalan Wolonbentan – Borablupur tidak pernah mendapatkan bantuan untuk membuka ruas jalan. Padahal dalam Musbangdus atau Musrenbangdes sudah disampaikan berulangkali, namun tidak mendapat respon pemerintah.”jelas ungkap Nolastus

Nolastus mengaku, masyarakat terpaksa secara swadaya membuka ruas jalan dengan peralatan seadanya dengan menggunakan cangkul, linggis dan sekop. Namun dengan adanya ruas jalan ini, bisa membantu masyarakat yang selama ini melewati ruas yang jalan terjal dan sangat ekstrim.

Nolastus sebelumnya telah melayangkan sejumlah proposal kepada pemerintah Kabupaten Sikka agar membuka ruas jalan baru menggunakan alat berat. Namun hingga saat ini belum direspon, sehingga Nolastus mengajak warga gotong-royong secara swadaya untuk membuka jalan baru.

Selama proses pembukaan ruas jalan ini tutur Nolastus, terdapat dua titik yang sangat rawan yakni titik Watuwura dan Napun Paut.

“Masyarakat akhirnya secara swadaya bergotong-royong mengumpulkan uang. Untuk membeli semen agar bisa mengerjakan rabat di dua lokasi yang sangat rawan itu,” ungkap Nolastus.

Anggota DPRD Sikka Apresiasi Gotong-royong Warga Buka Ruas Jalan Wolonbetan – Borablupur

Sementara seorang anggota DPRD Sikka Fraksi Partai Perindo, Bernadus Kardiman yang mengunjungi kegiatan masyarakat itu langsung memberikan sumbangan. Kardiman mengaku, sumbangan pribadi berupa 25 sak semen dan 5 dus air mineral ini, untuk membantu warga mengerjakan rabat jalan sepanjang 1 kilomter ini.

“Saya akan berupaya membantu warga dengan cara saya sendiri. Melihat kondisi masyarakat yang sangat memprihatinkan, kita mestinya harusnya merasa iba. Indonesia sudah 76 tahun merdeka, tapi masih ada warga yang belum merdeka seperti ini,” tandas Kardiman.

Kardiman mengapresiasi semangat gotong-royong warga membuka akses transportasi kedua wilayah di Kecamatan Bola ini. Oleh karena itu, Kardiman menyesalkan sikap pemerintah daerah yang tidak merespon proposal warga.

“Semangat gotong-royong warga untuk membangun ruas jalan ini begitu tinggi. Ini dilakukan warga karena mereka belum tersentuh kue pembangunan sedikit pun. Tidak tahan dengan kondisi yang sulit seperti ini, rakyat dengan penuh kekurangan harus berjuang untuk bisa berubah. Jadi rakyat butuh perubahan,” tegas Kardiman.

Camat Bola, Akulinus yang hadir mendampingi anggota DPRD Sikka itu mengaku malu karena tidak membawa bantuan untuk mendukung kegiatan warga. Menurutnya, kondisi warganya yang sangat sulit untuk mendapatkan layanan fasiltas umum seperti jalan, listrik dan air ini harus diperhatikan.

Oleh karena itu, Akulinus berjanji akan datang lagi dan tidur di Desa Persiapan Borabluppur semalam untuk merasakan secara langsung kehidupan masyarakat.

“Minggu depan saya akan datang dan tidur di desa ini. Saya ingin bersama rakyat merasakan penderitaan yang sama seperti yang dialami warga saat ini. Saya malu karena saya datang kali ini tidak bawa apa-apa,” janji Akilinus. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya