oleh

KSP Pintu Air Maumere Bangun Bisnis SPBU di Kecamatan Nita

Maumere, Lintasnusanews.com   – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pintu Air Maumere, melirik bisnis Stasius Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Nita Kabupaten Sikka NTT. SPBU yang diberi nama SPBU Pintar Asia itu melalui perencanaan tahun 2018 lalu.

Ketua KSP Kopdit  Pintu air Yakobus Jano mengaku, inovasi bisnis jual beli bahan bakar ini terinspirasi dari kearifan lokal. Manajem KSP Pintu Air belajar dari pengalaman merintis koperasi yang awalnya beranggotakan 50 anggota, hingga mencapai 297.000 anggota pada tahun 2021.

Menurutnya, SPBU Pintar Asia ini dibangun untuk mendekatkan pelayanan bagi warga masyarakat di wilayah Kecamatan Nita, Mego dan Lela. Lokasi SPBU ini akan berada di lokasi strategis yakni persimpangan arah Koting dan jalur utama Trans Flores menuju Kabupaten Ende.

“Lokasi SPBU Pintar Asia ini berada sangat strategis tepat pada persimpangan arah Koting dan arah Ende. Saat ini sementara kerja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa selesai,” ujar Jano Selasa (24/08/2021) di Maumere.

Baca juga: Selama Pandemi 26.081 Warga Masuk Anggota Kopdit Pintu Air Sikka NTT

Jano optimis bisnis ini akan berkembang bagus, karena kebutuhan bahan bakar masyarakat terus berkembang jumlah kendaraan. Apalagi katanya, KSP Pintu Air memiliki anggota yang sangat banyak seluruh Pulau Flores bahkan telah membuka cabang ke sejumlah wilayah lain.

“Prinsip saya, kenapa orang lain bisa bangun SPBU, terus  kita tidak bisa? Sementara kita anggota banyak, kita harus bisa,” ujar Jano.

KSP Pintu Air Maumere Bangun SPBU Pintar Asia dengan Naungan Badan Hukum PT

Jano menuturkan, secara aturan koperasi tidak diperbolehkan membangun SPBU. Oleh karena itu, manajemen koperasi mengurus badan hukum Perseroran Terbatas (PT) untuk menaungi bisnis jual beli minyak ini demi kesejahteraan anggota.

Jano kemudian mengutip pernyataan mantan Wapres Jusuf Kala yang mengatakan koperasi di Indonesia tidak akan maju karena aturannya berlapis-lapis. Menurutnya, hal itu disampaikan JK saat Jano menerima penghargaan Harkopnas di Kupang.

Terinspirasi pernyataan JK itu kemudian manajemen KSP Pintu Air Maumere bertekad mengembangkan sayap bisnis pembanguanan SPBU Pintar Asia. Selain SPBU, manajemen koperasi juga berniat membangun pelabuhan laut namun hal itu masih dalam perjuangan.

“Waktu kami terima penghargaan Harkopnas di Kupang, yang datang itu Yusuf Kala. Dia bilang di Indonesia ini koperasi tidak akan maju-maju karena peraturannya berlapis-lapis. Yang utama aturannya atau kerjanya. Sebenarnya harus kerjanya. Aturan akan mengikuti sistim kerjanya. Kita kemudian terinspirasi untuk membangun SPBU,” pungkasnya.

Penulis: Karel Pandu

Editor: Ambros Boli Berani

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya