oleh

Bekukan 3.515 Pinjol Ilegal, Satgas Waspada Investasi Sebut 34 Persen Server di Luar Negeri

Denpasar, Lintasnusanews.com – Sejak 2018 hingga awal Oktober 2021, Satgas Waspada Investasi (SWI) telah membekukan 3.515 financial technology atau pinjaman online (pinjol) ilegal.

“Mereka kita hentikan aktifitasnya dan kita blokir. Kita umumkan ke masyarakat dan kita laporkan ke polisi untuk penanganan selanjutnya,” kata Ketua SWI Tongam Lumban Tobing, Sabtu (23/10/2021) di Denpasar.

Tongam menyebut bukan perkara mudah untuk dapat memblokir akun pinjaman online ilegal. Dari ribuan akun, 34 persen server pinjaman online ilegal ada di luar negeri.

“Karena digital, hari ini kita blokir besok mereka bikin akun baru dengan ganti nama. Sangat mudah mereka buat. Dari pengecekan yang kita lakukan di Kominfo, 34 persen server pinjol ini ada di luar negeri,” terangnya.

Masyarakat Korban Pinjol Ilegal Disarankan Melapor ke Polisi

Tongam mengaku, meski banyak korban, masih ada saja masyarakat yang berani meminjam. Bahkan ada juga yang meminjam lebih dari satu pinjol ilegal.

Hal ini kurangnya pemahaman masyarakat dan dan dilatari kebutuhan mendesak. Masyarakat tidak mengecek terlebih dahulu tidak melakukan pengecekan legalitas akun pinjol.

Belum lagi syarat meminjam sangat mudah, di mana masyarakat cukup menunjukkan KTP dan foto diri, pinjaman langsung cair.

“Padahal mereka menetapkan suku bunga tinggi dan denda tidak terbatas. Pinjam Rp1 juta hanya ditransfer Rp600 ribu,” ucapnya.

“Bunganya yang dalam perjanjian contohnya setengah persen per hari, bisa tiga persen. Jangka waktu yang awalnya 90 hari, nyatanya hanya 7 hari. Jadi ini jebakan. Belum lagi teror atau intimidasi jika masyarakat tidak bisa membayar,” jelasnya.

Tongam menyarankan masyarakat yang menerima teror atau ancaman dari pinjol ilegal, segera melapor ke polisi.

Sementara Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Giri Tribroto mengatakan, sebelumnya ada satu pinjaman online di Denpasar yang terdaftar di OJK.

Namun pada akhirnya status terdaftar tidak dilanjutkan dikarenakan pinjaman online tersebut tidak mampu memenuhi persyaratan untuk menjadi berizin.

“Untuk yang sebelumnya terdaftar dan dikembalikan statusnya karena tidak mampu memenuhi persyaratan untuk berizin. Kami tidak menerima adanya aduan baik itu ancaman maupun teror,” jelasnya. (awd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya