oleh

10 Kontraktor di Sikka Tandatangan Kontrak Proyek Dana PEN Senilai Rp216 Milyar

Maumere, Lintasnusanews.com  –  Sepuluh kontraktor pemenang tender proyek yang bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sikka NTT menandatangani kontrak senilai Rp216 Milyar pada Kamis (16/12/2021). Penandatangan itu disaksikan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, juga Kejari Sikka, Fahmi di aula Sikka Contion Centre (SCC) Maumere.

Para pemenang tender proyek yang bersumber dari dana PEN ratusan milyar itu masing-masing;

1, Direktur CV Eman Bersaudara, Petrus Mikael Bura Moi dengan paket proyek peningkatan jalan Key-Riit senilai Rp7,5 M lebih,

2. Direktur CV Indah Karya, Gaudensius Solango, paket peningkatan jalan  Wolofeo-Woloara senilai Rp2,5 M

3. Direktur CV Salvator, Sinta Widia Astuti, proyek peningkatan ruas jalan Talibura-Napungmali senilai Rp909.836.000,

4. Direktur CV Wairterang Jaya Abadi , Magnus Dionisius Kondi yang mengerjakan paket pembangunan Jalan Bistio-Nuaria senilai Rp758.023.000,

5. Direktur CV Sahabat Emas Abadi, Paskalis Ricky Muliono, proyek peningkatan jalan Bola-Hale senilai Rp 10,4 M lebih,

6. Direktur CV Triofa Perkasa Sejati, Maria Inviolata, proyek peningkatan jalan Waiara-Lakakotat senilai Rp2,8 M lebih,

7. Direktur CV Adijaya Indra Hartanto yang mengerjakan  proyek peningkatan jalan Namangkewa-Baomekot senilai Rp5,8 M lebih.

8. Direktur CV Saba Consult, Dite Ikandono, paket proyek  pengawasan jalan Paket 3 senilai Rp584 juta.

9. Direktur CV Hasta Perkasa Engineering, Joksan Tabun, mengerjakan paket pengawasan jalan paket 4 senilai Rp283 juta lebih,

10. Direktur PT Dipa Mitra Konsultan Irwan Ardana yang mengerjakan paket proyek pengawasan jalan paket 5 senilai Rp162 juta.

IKLAN

Perincian Proyek Dana PEN Kabupaten Sikka Tahun 2022

Dalam acara tersebut, Asisten II Setda Sikka, Fred Djen menjelaskan, dana PEN senilai Rp216 Milyar tersebut dialokasikan  untuk pengerjaan fasilitas kesehatan, sarana air dan jalan. Sementara total paket proyek yang dikerjakan sebanyak 159 paket.

Fred merincikan, Dinas Kesehatan tercatat 18 paket proyek dengan total anggaran Rp39,5 milyar. Selain itu, Dinas PUPR sebanyak 141 paket dengan total anggaran Rp176,6 milyar lebih.

Dinas Kesehatan dimanfaatkan untuk pekerjaan konstruksi sebanyak 13 paket dengan total dana Rp 22 milyar lebih dan pengadaan barang  2 paket dengan total anggaran Rp 2,3 milyar lebih. Selain konstruksi, juga untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) 1 paket dengan total dana Rp14 milyar lebih. Selanjutnya, jasa konsultan perencanaan 1 paket dengan total dana Rp400 juta, dan jasa konsultasi pengawasan 1 paket dengan total dana Rp600 juta.

Sementara Dinas PUPR, dana PEN dialokasikan untuk konstruksi air minum sebanyak 49 paket dengan nilai proyek sebanyak Rp50,5  M lebih. Selain itu, konstruksi jalan lingkungan dan desa sebanyak 38 paket dengan total anggaran Rp10,9 milyar lebih.

Sedangkan pengadaan barang hanya 1 paket yakni senilai 2,5 milyar. Juga konstruksi jalan dan jembatan sebanyak 42 paket dengan total anggaran  107,2 milyar. Selain itu, jasa konsultasi  pengawasan  ada 11 paket  dengan total dana Rp 5,3 milyar.

Usai penandatanganan, para kontraktor juga diminta mengerjakan proyek tersebut sesuai aturan dan memperhatikan kualitas. Oleh karena itu, dana yang digelontorkan pemerintah pusat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional tersebut diawasi penegak hukum. (rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya