oleh

Penasaran Harga Sewa Jet Pribadi? Hayuk Lirik Jasa Sewa dan Fasilitasnya

Denpasar, Lintasnusanews.com – Sewa jet pribadi bagi kalangan umum tentunya terbilang mahal, namun bagi pebisnis tentunya telah terbiasa karena layanan eksklusif nya. Opini ini belakangan mulai terbantah, setelah meningkatknya animo masyarakat pengguna jasa sewa jet pribadi dari kalangan non bisnis.

“Memang sewa privat jet selama ini umumnya kalangan konglomerat untuk perjalanan bisnis. Dan itu mereka terbiasa, sehingga tidak kaget ketika kami sampaikan tarif dan fasilitas yang mereka dapatkan. Tetapi belakangan ini, orang Indonesia kalangan bukan pebisnis sudah mulai gunakan jasa sewa jet pribadi. Ada juga patungan untuk sewa, karena mau merasakan layanan dan fasilitasnya,” tutur Direktur PT Indojet Saran Aviasi, Stefanus Gandi saat ditemui beberapa waktu lalu di Bali.

Pria yang akrab disapa Evan ini mengaku, permintaan sewa jet pribadi meningkat selama pandemi Covid19. Hal ini karena pola pikir orang yang takut terkontaminasi Covid19.

“Orang yang pengen bepergian itu terhalang pandemi ini. Karena pandemi ini juga mengubah pola pikir orang, karena penerbangan umum takut terkontaminasi. Jadi carier baru, dan dia memilih privat jet lebih aman,” ujarnya.

Menurut Evan, sewa jet pribadi berbeda dengan kondisi maskapai penerbangan umum lainnya. Saat ini, untuk satu kali penerbangan pergi-pulang dalam sehari dibutuhkan biaya mulai dari Rp 260 juta.

Biaya Sewa Jet Pribadi Tergantung Jenis dan Ukuran Pesawat

Namun demikian, biaya ini akan bertambah minimal Rp25 juta, jika penyewa menginginkan waktu tunggu (menginap). Tentunya harga juga akan berbeda sesuai ukuran dan jenis pesawat.
Dijelaskan, sewa jet termasuk kategori barang mewah dengan tarif Rp 300 juta untuk sekali terbang dengan rute perjalanan dalam negeri. Rata-rata pada situasi normal pihaknya menerima pesanan sampai 4 perjalanan baik dalam negeri maupun lintas negara.

“Contoh untuk Bali ke Jakarta atau sebaliknya tarif sekitar Rp 300 juta start minimum untuk pesawat tipe terkecil. Kalau tipe yang medium itu mendekati Rp 700 juta tergantung karena ada beberapa seri. Kalau tamu yang punya budget ya kita kasih yang luxury kalo nggak ya kita kasih yang biasa,” jelasnya.

Evan menambahkan, adanya trend positif permintaan selama masa pandemi justru datang dari konsumen rute internasional. Umumnya untuk keperluan repatriasi atau pemulangan WNA dari Indonesia ke negara asal.

“Permintaan bisa sampai puluhan tapi tidak semua bisa dilayani karena sangat tergantung pada situasi di bandara tujuan. Mengingat ada negara-negara tertentu yang masih menutup seluruh akses penerbangan, baik penerbangan publik maupun jet pribadi,” katanya. (tim/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Lainnya