oleh

Ini Syarat Ijin Tinggal Orang Asing di Indonesia Selama New Normal

Denpasar, Lintasnusanews.com – Dirjen Imigrasi mengeluarkan Surat Edaran (SE) ijin tinggal orang asing di Indonesia selama new normal. SE ini jadi pedoman bagi petugas pelaksana dalam memberikan kejelasan informasi dan pelayanan izin tinggal kepada Orang Asing.

“Banyaknya orang asing di Indonesia yang telah diberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) yang datang sejak tanggal 1 Januari 2020. Dan orang asing yang berstatus overstayer yang datang sebelum 1 Januari 2020. Berdasarkan aturan yang berlaku pada masa pandemi Covid19, perlu diberikan kepastian hukum. Agar dapat memenuhi hak dan kewajibannya sebagai orang asing di Indonesia,” ungkap Humas Kanwil Kemenkumham Bali, Surya Dharma dalam siaran tertulisnya Minggu (12/07/2020).

Baca juga:New Normal, Imigrasi Ngurah Rai Luncurkan Aplikasi APITO

Surya menjelaskan, Imigrasi perlu mengeluarkan kebijakan pada masa new normal karena hingga saat ini belum dibuka penerbangan antar negara. Selain itu masih sulitnya pemerintah negara sahabat mengeluarkan pesawat sewa untuk mengangkut orang asing kembali ke negaranya.

“Belum terbukanya secara menyeluruh jalur penerbangan antar negara. Sulitnya beberapa pemerintah negara sahabat untuk memberikan flight approval bagi alat angkut sewa/charter flight. Memerlukan kebijakan keimigrasian yang bersifat soft policy melalui pemberian kemudahan perizinan bagi orang asing yang bersifat Luar Biasa atau Extra Ordinary,” ujar Surya.

Surya menegaskan, pemberian policy atau kebijakan ijin tinggal orang asing selama new normal ini, tidak mengabaikan penegakan hukum di Indonesia.

Beberapa kebijakan dalam SE Dirjen Imigrasi diantaranya; Pengaturan pemberian izin masuk bagi orang asing yang berada di luar negeri pemegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS); Izin Tinggal Tetap (ITAP) dan Izin Masuk Kembali (IMK) yang telah habis berlaku.

Selain itu, Pengaturan pemberian perpanjangan bagi orang asing yang berada di wilayah Indonesia pemegang Izin Tinggal Kunjungan (ITK), ITAS dan ITAP yang masih berlaku; Pengaturan pengembalian status izin tinggal dari Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) menjadi izin tinggal di masa kenormalan baru.

Pengaturan pemegang Visa Kunjungan Saat Kedatangan (VKSK) bagi orang asing yang menerima fasilitas ITKT juga Pengaturan pemegang Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi orang asing. Pengaturan pemegang ITK dan ITAS yang sudah memiliki telex visa dan notifikasi bagi orang asing yang berada di wilayah indonesia.

Pengaturan Ijin Tinggal Orang Asing di Indonesia Selama New Normal

1. Orang asing pemegang ITAS, ITAP atau IMK yang masa berlakunya telah berakhir dan berada di luar negeri, agar masuk kembali ke wilayah Indonesia. Untuk melakukan perpanjangan izin tinggal di Kantor Imigrasi setempat, dalam waktu paling lama 60 hari sejak dikeluarkannya Surat Edaran.

2. Orang Asing pemegang ITK, ITAS dan ITAP yang masih berlaku dan berada di Indonesia dapat mengajukan permohonan perpanjangan izin tinggal.

3. Orang Asing pemegang ITK yang telah memperoleh ITKT, dapat memperpanjang izin tinggalnya berdasarkan ITK selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Jika belum ada penerbangan dalam kurun waktu 30 hari dan Orang asing yang telah memperpanjang ITK tersebut, dapat mengajukan alih status menjadi ITAS;

4. Orang Asing pemegang VKSK yang telah memperoleh ITKT, dapat memperpanjang izin tinggalnya berdasarkan VKSK sebelumnya sampai dengan masa pandemi Covid-19 berakhir. Dan belum ada alat angkut untuk keluar wilayah Indonesia dalam waktu 30 hari sejak dikeluarkannya Surat Edaran ini;

5. Orang Asing pemegang BVK yang telah memperoleh ITKT, wajib meninggalkan wilayah Indonesia dalam kurun waktu paling lama 30 hari sejak dikeluarkannya Surat Edaran ini;

Surya mengaku, perlu dilakukan penyesuaian kembali pemberian layanan izin tinggal kepada orang asing, guna mendukung keberlangsungan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar telah membuat beberapa inovasi diantaranya adalah APITO (Aplikasi Ijin Tinggal Online). Untuk pengajuan pernohonan dilajukan secara online. Selain itu, telah dipersiapkan beberapa tahapan pelayanan dengan standar penerapan protokol kesehatan,” pungkas Surya. (tim/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya