oleh

Jerinx Kembali “Berulah” Minta Sidang Digelar Tatap Muka

Denpasar, Lintasnusanews.com – Musisi SID I Gede Ari Astina alias Jerinx kembali “berulah” minta sidangnya digelar secara tatap muka di PN Denpasar. Dalam sidang kedua yang digelar secara online itupun jerinx menjawab tidak mengerti dengan dakwaan yang dibacakan pada sidang perdana sehingga dibacakan ulang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta menghadirkan Jerinx dalam persidangan. Sidang sempat diskors 15 menit karena tim kuasa hukum Jerinx terlambat mendampingi saat sidang dimulai.

Jerinx ditanya majelis hakim apa sudah mengerti dengan surat dakwaan yang dibacakan saat sidang sebelumnya. Ini dikarenakan dalam sidang sebelumnya Jerinx melakukan aksi walk out.

“Apa saudara terdakwa sudah mendengar dan sudah mengerti surat dakwaan tersebut. Karena diawal persidangan saudara sudah menerima salinan dakwaan dari penuntut umum,” tanya Hakim Ketua, Ida Ayu Adnya Dewi, Selasa (22/9/2020) di PN Denpasar.

Mendapat pertanyaan, suami Nora Alexandra Philip ini menjawab tidak mengerti.

“Maaf yang mulia saya tidak mengerti karena saya tidak mendengarnya langsung,” jawab Jerinx.

Hakim lantas memerintahkan JPU membacakan ulang dakwaan tersebut. Namun belum sempat dibacakan, Jerinx kembali “berulah” dengan mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan sidang digelar online.

“Maaf yang mulia, saya sebagai terdakwa tetap menolak sidang online. Dan meminta sidang tatap muka karena kepentingan sidang ini bukan hanya untuk korban, JPU atau hakim, tetapi juga untuk saya. Selebihnya saya serahkan ke kuasa hukum untuk membela kepentingan hukum saya,” ucapnya.

Jerinx Berulah, Kuasa Hukum Minta Sidang Tatap Muka

Majelis hakim tetap meminta JPU menjelaskan dakwaan kepada Jerinx. Suasana kembali tegang ketika tim kuasa hukum Jerinx, Teguh Sugeng Santoso angkat bicara. Teguh mengatakan baik kliennya maupun tim kuasa hukum tetap keberatan sidang ini digelar secara online.

Bahkan Teguh meminta agar sidang ditunda sampai dengan adanya tanggapan surat yang dikirim tim kuasa hukum Jerinx ke Mahkamah Agung.

“Ketika lembaga peradilan tertinggi yang membuat peraturan tentang sidang peradilan menetapkan, maka kami akan taat. Karena pada dasarnya SEMA nomor 1 tidak mereduksi KUHAP, tetapi keputusan majelis hakim telah mereduksi pencarian keadilan yang diparameterri oleh KUHAP. Oleh sebab itu kami memohon pengadilan menunda dulu sidang ini sampai adanya tanggapan dari Mahkamah Agung surat yang kami kirim dua kali,” ucapnya.

Menanggapi permintaan itu, majelis hakim mengatakan bahwa sidang online tetap harus dilakukan sampai adanya tanggapan dari Mahkamah Agung.

“Kami sudah menjelaskan pada persidangan lalu, kami sudah menjelaskan bahwa kami untuk sementara sampai hari ini tetap menggunakan persidangan secara online sambil menunggu petunjuk dari Mahkamah Agung. Kalau ditunggu kapan akan turun pendapat Mahkamah Agung, akan menunda persidangan,” kata majelis hakim.

“Sedangkan proses penahanannya berjalan terus dan tidak bisa diperpanjang lagi. Itu salah satu pertimbangan majelis hakim dan tetap pada dasar hukum yang kami pedomami,” tegasnya.

Usai perdebatan, majelis hakim kembali meminta JPU untuk membacakan ulang dakwaan terhadap Jerinx SID. Sidang selanjutnya direncanakan digelar, Selasa (29/9/2020) dengan agenda eksepsi dari terdakwa. (awd/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya