oleh

Hina IDI, Jerinx Divonis 14 Bulan Penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar

Denpasar, Lintasnusanews.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Bali, menjatuhkan vonis 1 tahun 2 bulan penjara kepada Drummer SID I Gede Ari Astina alias Jerinx, Kamis (19/11/2020). Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum 3 tahun dalam sidang tuntutan Selasa 03 November lalu.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan perbuatan Jerinx terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi  yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kelompok masyarakat tertentu.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 2 bulan dan pidana denda 10 juta rupiah. Dengan ketentuan, apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 bulan,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Ida Ayu Nyoman Adnya saat membacakan amar putusan Kamis (19/11/2020).

Majelis hakim menetapkan terdakwa Jerinx tetap ditahan dan masa hukuman 1 tahun 2 bulan dikurangi masa tahanan.

“Menetapkan terdakwa tetap ditahan,” ucap Ketuas Majelis Hakim Ida Ayu Nyoman Adnya.

Mendengar vonis hakim, Jerinx berkonsultasi ke tim pengacaranya yang dipimpin I Wayan Gendo Suardana. Setelah berkonsultasi, Jerinx akhirnya menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan terhadap dirinya.

Kronologis Kasus Jerinx Sebelum Divonis Penjara

Jerinx sebelumnya dilaporkan oleh Ketua IDI Bali, I Gede Putra Suteja ke Ditreskrimsus Polda Bali pada 16 Juni lalu. Jerinx dilaporkan atas dugaan pelanggaran pasal 28 ayat 2 UU ITE karena postingannya “IDI Kacung WHO” di akun instagram @jrxsid.

Setelah diperiksa dua kali, Jerinx resmi ditahan di Rutan Polda Bali pada Rabu 12 Agustus lalu hingga menjalani seluruh tahapan persidangan. Jerinx kemudian dituntut 3 tahun penjara oleh tim JPU Kejaksaan Tinggi Bali pada Selasa 3 November lalu.

Ketua IDI Bali I Gede Sutedja dihadirkan sebagai saksi dalam sidang Selasa 13 Oktober lalu dengan agenda pemeriksaan saksi. Dalam keterangannya, Sutedja mengaku teman-temannya sangat shock dengan postingan-postingan Jerinx di media sosial yang menyudutkan profesi dokter.

“Dokter-dokter sedang fokus penanganan pasien Covid. Sedangkan postingan-postingannya menuduh ini dan itu sehingga membuat kita menjadi lemah. Dan masyarakat tidak percaya kepada dengan apa yang kita laksanakan di lapangan,” ungkap Sutedja.

Kuasa Hukum Jerinx, Sugeng Teguh Santoso mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim. Namun menyerahkan kepada Jerinx untuk berpikir selama 7 hari.

“Jerinx kecewa dengan putusan ini. Jadi kita meresponnya dengan cermat. Jerinx menyatakan setelah berkonsultasi dengan kami, akan menggunakan waktu untuk berpikir 7 hari. Sama seperti Jaksa. Jadi kita tidak bisa menyampaikan pernyataan lebih lanjut, tapi ekspresi jerinx kecewa atas putusan ini,” ujar Sugeng.

Sementara Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut Jerinx dengan pudana penjara selama 3 tahun, menyatakan pikir-pikir selama 7 hari atas putusan Hakim.

Hadir dalam sidang Ibunda Jerinx Ida Resi Bujangga dan sejumlah Anji Drive, Sandrina Malakiano dan Eep Saifulloh. Jerinx keluar ruang sidang didampingi istrinya Nora Alexandra disambut puluhan pendukungnya. Tanpa komentar, jerinx langsung menuju mobil tahanan. (awd/boy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya